Waspada Aksi Jual Investor Asing

Rekomendasi Saham

Waspada Aksi Jual Investor Asing

- detikFinance
Rabu, 06 Mei 2015 08:56 WIB
Waspada Aksi Jual Investor Asing
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin mampu naik 19 poin setelah sempat jatuh gara-gara melambatnya ekonomi RI. Investor asing masih berani simpan dana di pasar modal.

Menutup perdagangan, Selasa (5/5/2015), IHSG tumbuh 19,171 poin (0,37%) ke level 5.160,308. Sementara Indeks LQ45 bertambah 7,699 poin (0,87%) ke level 892,720.

Sementara bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) turun hingga 1% pada perdagangan Selasa. Data melebarnya defisit neraca perdagangan AS yang mengejutkan pelaku pasar. Muncul kekhawatiran ekonomi bakal lesu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks saham Dow Jones turun 142,2 poin (0,79%) ke 17.927,2. Indeks S&P 500 turun 25,03 poin (1,18%) ke 2.089,46. Sementara indeks Nasdaq turun 77,6 poin (1,55%) ke 4.939,33.

Hari ini IHSG diprediksi masih akan menguat. Tapi waspada aksi jual investor asing yang diperkirakan melanda saham-saham unggulan.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi ini:

  • Indeks Hang Seng melemah 42,49 poin (0,15%) ke level 27.713,05.
  • Indeks Straits Times turun 24,00 poin (0,69%) ke level 3.447,19.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Selasa (5/5) IHSG naik 19 poin (+0,37%) ke level 5.160,31 dengan nilai transaksi di pasar reguler Rp 4,9 triliun, tertahan oleh keluarnya data PDB kuartal I-2015, yang tercatat lebih rendah dari estimasi semula. Ini membuat IHSG turun dari level tertingginya pada intraday trading.

Saham-saham yang menjadi pendorong bursa antara lain TBIG, UNVR, ASII, CPIN, dan SMGR, di mana asing tercatat melakukan net BUY Rp 454,8 miliar dengan
saham-saham yang banyak dibeli asing antara lain BMRI, UNVR, ASII, BBNI, dan KLBF.

Secara teknikal, indeks naik disertai volume dan masih test garis MA5-nya. Stochastic positif sementara RSI flat dan MACD negatif divergence.

Hari ini (5/5) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah terbatas di kisaran 5.125-5.225, dengan saham-saham yang dapat diperhatikan
antara lain EXCL, ITMG, MNCN, SSMS, dan TBIG.

Rupiah Senin (5/5) ditutup melemah ke level Rp 13.048/US$, dan hari ini (6/5) diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 12.984-Rp 13.079/US$ dengan kecenderungan melemah.

Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat +19,17 poin atau +0,37% ke 5.160,30. Sementara indeks LQ-45 ditutup terapresiasi +7,69 poin atau +0,87% ke 892,72. Secara intraday, IHSG sempat menyentuh level 5.202 pada sesi satu, namun turun kembali pada sesi dua.

Kami estimasi penguatan/Technical Rebound masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, dan setidaknya menuju kisaran 5.200-5.250 dalam jangka pendek. IHSG akan menguji resistance di garis rata-rata 200 hari (Moving Average 200 days).

Rupiah bergerak pada kisaran Rp 12.941-Rp 13.029/US$, dan ditutup pada level Rp 13.062/US$. Sedangkan Crude Oil (WTI) ditutup pada posisi US$ 60,40/bbl, naik +1,47 poin atau +2,43%. Kisaran untuk pergerakan untuk IHSG berada di 5.100-5.200.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads