Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 13.040 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 13.045 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 26,572 poin (0,51%) ke level 5.133,736 setelah mendapat sinyal ekonomi global bakal lesu. Aksi lepas saham langsung terjadi sejak pembukaan perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sempat jatuh ke titik terendahnya hari ini di 5.121,146 tak lama setelah pembukaan perdagangan. Indeks sempat naik ke zona hijau sebelum akhirnya bergerak datar.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menipis 5,505 poin (0,11%) ke level 5.154,803 masuk istirahat siang. Investor asing lagi-lagi menarik dana dari lantai bursa.
Investor asing melepas saham-saham bank dan infrastruktur. Saham-saham ini kemarin sudah menguat cukup tinggi.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (6/5/2015), IHSG ditutup naik 24,642 poin (0,48%) ke level 5.184,950. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 4,984 poin (0,56%) ke level 897,704.
Investor domestik menampung saham-saham unggulan yang harganya sudah murah. Sembilan sektor berhasil menguat, hanya sektor perdagangan yang melemah.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 827,046 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 219.568 kali dengan volume 5,452 miliar lembar saham senilai Rp 6,612 triliun. Sebanyak 154 saham naik, 128 turun, dan 107 saham stagnan.
IHSG menjadi satu-satunya indeks saham yang positif di antara indeks bursa saham Asia lainnya yang sore ini kompak negatif. Melemahnya Wall Street semalam memberi sentimen negatif.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Hang Seng turun 114,63 poin (0,41%) ke level 27.640,91.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 69,44 poin (1,62%) ke level 4.229,27.
- Indeks Straits Times melemah 11,61 poin (0,33%) ke level 3.459,58.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 900 ke Rp 72.000, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 500 ke Rp 11.100, Indocement (INTP) turun Rp 375 ke Rp 22.025, dan Buana Finance (BBLD) turun Rp 350 ke Rp 1.050.
(ang/rrd)











































