Bursa Saham Filipina dan Peso Anjlok Setelah Pengeboman
Selasa, 15 Feb 2005 13:08 WIB
Jakarta - Pasar saham dan mata uang Filipina, Peso langsung terpuruk menyusul serangkaian pengeboman yang terjadi di 3 kota dan menewaskan 12 orang serta melukai 130 orang lainnya.Bursa Efek Filipina pada awal perdagangan Selasa (15/2/2005) langsung turun 36,17 poin atau 1,74 persen ke level 2.048,33. Sementara Peso terhadap dolar AS turun ke posisi 55,05 per dolar AS, dibandingkan penutupan Senin di level 54,56 per dolar AS. Sebanyak 6 orang tewas dan 94 orang lainnya luka-luka setelah sebuah bom meledak dalam bus di Distrik Finansial Makati, Manila. Kejadian itu membuat sejumlah toko ditutup dan menyebabkan kerusuhan karena sejumlah orang tengah merayakan Hari Valentine. Sementara 6 orang lainnya juga tewas dalam bom di luar pusat perbelanjaan di Bagian Selatan kota Santos dan di terminal Bus di Kota Davao. Serangkaian bom ini telah diklaim oleh jaringan Al-Qaeda, kelompok Abu Sayyaf. Kelompok ini sebelumnya juga terlibat dalam serangkaian bom di kapal Feri Manila yang menewaskan sekitar 100 orang. Deputi Gubernur Bank Sentral Filipina Amando Tetangco mengatakan, kejatuhan Peso pada hari ini merupakan reaksi buruk dari serangkaian bom di Makati. "Tapi sejauh ini Peso sudah membaik dibandingkan pembukaannya. Reaksi ini sepertinya hanya bersifat temporer," kata Tetangco seperti dilansir AFP.
(qom/)











































