Bahkan, dalam 3 tahun ke depan, diperkirakan dolar AS masih akan menguat. Kondisi ini disebut dengan 'super dolar AS'.
Penguatan dolar AS tersebut, dinilai Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti sebagai peluang Indonesia untuk menggenjot ekspor. Banyak produk Indonesia yang bisa diekspor ke AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan, selama ini Indonesia banyak mengekspor rotan, rubbber, garmen, dan manufaktur ke AS. Penguatan dolar AS bisa menjadikan produk ekspor Indonesia lebih bernilai.
Indonesia saatnya bergeser mengekspor produk-produk manufaktur, di tengah melambatnya ekspor komoditi ke negara-negara seperti China, yang juga tengah mengalami perlambatan ekonomi.
"Ekonomi kita masih banyak ruang perbaikan. Tahun depan rupiah melemah Rp 13.400 nggak masalah, baik untuk ekspor kita," katanya.
(drk/ang)











































