RI Dihadang 'Super Dolar AS', Saatnya Genjot Ekspor

RI Dihadang 'Super Dolar AS', Saatnya Genjot Ekspor

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 11 Mei 2015 08:38 WIB
RI Dihadang Super Dolar AS, Saatnya Genjot Ekspor
Jakarta - Perekonomian Indonesia tak terlepas dari pengaruh kondisi ekonomi global. Perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) memungkinkan dana-dana asing akan 'kabur' ke negeri adidaya tersebut, dolar AS akan semakin perkasa. Imbasnya, mata uang negara-negara lain termasuk Indonesia tertekan.

Bahkan, dalam 3 tahun ke depan, diperkirakan dolar AS masih akan menguat. Kondisi ini disebut dengan 'super dolar AS'.

Penguatan dolar AS tersebut, dinilai Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti sebagai peluang Indonesia untuk menggenjot ekspor. Banyak produk Indonesia yang bisa diekspor ke AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau AS baik, kita bisa Genjot ekspor ke sana. Kita harus baca peluang itu," katanya kepada detikFinance, Senin (11/5/2015).

Dia menyebutkan, selama ini Indonesia banyak mengekspor rotan, rubbber, garmen, dan manufaktur ke AS. Penguatan dolar AS bisa menjadikan produk ekspor Indonesia lebih bernilai.

Indonesia saatnya bergeser mengekspor produk-produk manufaktur, di tengah melambatnya ekspor komoditi ke negara-negara seperti China, yang juga tengah mengalami perlambatan ekonomi.

"Ekonomi kita masih banyak ruang perbaikan. Tahun depan rupiah melemah Rp 13.400 nggak masalah, baik untuk ekspor kita," katanya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads