Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (8/5/2015), IHSG ditutup tumbuh 31,727 poin (0,62%) ke level 5.182,213. Sementara Indeks LQ45 melaju 8,273 poin (0,93%) ke level 898,316.
Sedangkan Wall Street melesat tinggi didorong penguatan saham-saham teknologi. Laporan keuangan emiten jadi faktor pendorong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatan didorong ramainya sentimen positif dari pasar global dan regional. Investor asing diprediksi masih akan melepas saham.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini
- Indeks Nikkei 225 melonjak 255,71 poin (1,32%) ke level 19.634,90.
- Indeks Straits Times naik 12,15 poin (0,35%) ke level 3.464,16.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Jumat (8/5) IHSG naik 32 poin (+0,6%) ke level 5.182,2 dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp 4 triliun, terdorong sentimen positif dari bursa global serta rencana pemerintah untuk lebih agresif mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2015.
Saham-saham yang menjadi pendorong bursa antara lain UNTR, INTP, SMGR, ASII, dan UNVR, di mana asing tercatat melakukan net sell Rp 203,1 miliar, dengan
saham-saham yang banyak dijual asing antara lain BBRI, BBCA, PGAS, INDF, dan BSDE.
Secara teknikal, indeks naik disertai volume dengan inverted hammer candle dan test resist ascending triangle pattern. Stochastic positif sementara RSI flat dan MACD negatif divergence.
Hari ini (11/5) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas di kisaran 5.150-5.225, dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain BBCA, BBRI, AKRA, ITMG, dan SMGR.
Mandiri Sekuritas
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada minggu pertama Mei 2015 ditutup di 5.182. Sementara untuk indeks LQ-45 ditutup di 898,31. Pergerakan IHSG di awal minggu bulan Mei mengalami volatilitas yang tinggi, dan pada akhirnya dapat ditutup menguat.
Pergerakan IHSG masih akan menguji resistance 5.200, yaitu di garis rata-rata 200 hari (Moving Average 200 days). Jika dalam minggu ini IHSG berhasil melewati 5.200, maka pergerakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.200-5.300.
Namun sebaliknya, jika IHSG gagal melewati 5.200, maka akan bergerak di kisaran 5.100-5.200. Dengan melihat Indeks regional, tentunya terdapat potensi yang besar bahwa 5.200 ini akan berhasil dilewati.
Volume perdagangan minggu ini akan relatif menurun di bawah rata-rata, mengingat banyaknya hari libur keagamaan. Saham-saham lapis dua dan tiga juga akan aktif kembali.
Rupiah bergerak pada kisaran Rp 13.089-Rp 13.233/US$ dan ditutup pada level Rp 13.121/US$. Sedangkan Crude Oil (WTI) ditutup pada posisi US$ 59,39/bbl.
Kisaran untuk pergerakan IHSG akan berada di 5.150-5.250.
(ang/ang)











































