'Sekarang Spekulan Emas Beralih Mengoleksi Dolar AS'

'Sekarang Spekulan Emas Beralih Mengoleksi Dolar AS'

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 11 Mei 2015 14:04 WIB
Sekarang Spekulan Emas Beralih Mengoleksi Dolar AS
Jakarta - Indonesia akan mengalami fase penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang cukup tinggi dalam tiga tahun ke depan. Hal ini membuat banyak spekulan memindahkan portofolionya.

Pengamat Pasar Uang Farial Anwar mengatakan, fenomena penguatan dolar ini sudah terjadi dalam satu tahun terakhir dan masih akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

"Sekarang ini spekulan yang dulu pegang emas dan komoditas sudah mulai beralih mengoleksi dolar AS dengan harapan akan naik terus, dan (penguatan) ini memang terjadi," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Senin (11/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penguatan dolar AS ini mulai terjadi setelah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), mencabut stimulus yang sudah berjalan sejak krisis ekonomi global 2008. Stimulus dicabut karena ekonomi AS sudah dalam jalur yang tepat menuju pemulihan.

Pulihnya ekonomi AS, kata Farial, akan membuat dolar AS menguat karena dimiing-imingi suku bunga acuan yang bakal naik. Namun demikian, Gubernur The Fed Janet Yellen belum memastikan kapan suku bunga itu akan naik.

"Pasar valas kita sudah dua tahun terombang-ambing gara-gara rencana naiknya suku bunga AS. Kita tidak boleh terus begini, ekonomi kita bisa kacau," jelasnya.

Tahun ini saja, rupiah sudah melemah hingga 6% terhadap dolar AS. Pelemahannya lebih tinggi dibandingkan mata uang negara tetangga seperti baht Thailand (0,6%) atau ringgit Malaysia (0,4%).

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads