'Super Dolar AS': Spekulan Buy on Rumour, Sell on Fact

'Super Dolar AS': Spekulan Buy on Rumour, Sell on Fact

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 11 Mei 2015 14:55 WIB
Super Dolar AS: Spekulan Buy on Rumour, Sell on Fact
Jakarta - Fenomena penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menjadi sasaran empuk para spekulan valuta asing (valas). Para spekulan ini memanfaatkan rencana The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan di Negeri Paman Sam.

Sejak ekonomi AS mulai membaik, Gubernur The Fed Janet Yellen menyatakan segera menaikkan tingkat suku bunga acuan yang selama ini ditahan di 0,25%. Rencana Yellen ini disambut baik oleh para spekulan valas karena berpotensi membuat dolar AS menguat.

Sayangnya, hingga kini Yellen belum juga memberikan kepastian mengenai waktu untuk menaikkan suku bunga tersebut. Akibatnya, rumor-rumor liar pun berkembang di pasar yang malah membuat dolar AS makin menguat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang terjadi sekarang ini adalah para spekulan buy on rumors dan sell on fact (membeli karena rumor dan menjual karena fakta," kata Pengamat Pasar Valas Farial Anwar ketika dihubungi detikFinance, Senin (11/5/2015).

Artinya, kata Farial, mereka memainkan rumor jadwal The Fed menaikkan suku bunga untuk memborong dolar AS. Nah, setelah faktanya terungkap bahwa prediksinya salah, dolar AS itu akan dilepas kembali karena harganya sudah naik gara-gara banyak permintaan.

"Mereka beli pada saat ada kabar suku bunga mau naik, dan jual lagi pas dolar tinggi. Hal ini yang membuat dolar AS naik tinggi, termasuk terhadap rupiah," ujarnya.

Fenomena super dolar AS akan membuat makin banyak spekulan bermain di valas. Spekulan yang dulu bermain di emas dan komoditas lainnya kini mulai mengoleksi dolar AS.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads