Sejak ekonomi AS mulai membaik, Gubernur The Fed Janet Yellen menyatakan segera menaikkan tingkat suku bunga acuan yang selama ini ditahan di 0,25%. Rencana Yellen ini disambut baik oleh para spekulan valas karena berpotensi membuat dolar AS menguat.
Sayangnya, hingga kini Yellen belum juga memberikan kepastian mengenai waktu untuk menaikkan suku bunga tersebut. Akibatnya, rumor-rumor liar pun berkembang di pasar yang malah membuat dolar AS makin menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, kata Farial, mereka memainkan rumor jadwal The Fed menaikkan suku bunga untuk memborong dolar AS. Nah, setelah faktanya terungkap bahwa prediksinya salah, dolar AS itu akan dilepas kembali karena harganya sudah naik gara-gara banyak permintaan.
"Mereka beli pada saat ada kabar suku bunga mau naik, dan jual lagi pas dolar tinggi. Hal ini yang membuat dolar AS naik tinggi, termasuk terhadap rupiah," ujarnya.
Fenomena super dolar AS akan membuat makin banyak spekulan bermain di valas. Spekulan yang dulu bermain di emas dan komoditas lainnya kini mulai mengoleksi dolar AS.
(ang/dnl)











































