Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,472 poin (0,07%) ke level 5.175,954 di tengah koreksi pasar saham global dan regional. Investor domestik menyokong penguatan IHSG.
Indeks sempat mencapai titik tertingginya hari ini di 5.207. Aksi beli menyasar saham-saham unggulan dan lapis dua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi beli selektif investor domestik menahan Indeks di zona hijau. Tekanan jual asing masih terjadi, tercatat aksi jual bersih asing (foreign net sell) hingga lebih dari Rp 200 miliar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 110.688 kali dengan volume 3,104 miliar lembar saham senilai Rp 2,355 triliun. Sebanyak 143 saham naik, 123 turun, dan 79 saham stagnan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat paling tinggi di antara bursa-bursa Asia yang rata-rata melemah hingga siang hari ini. Pasar saham China masih bisa menguat didorong langkah bank sentral memangkas bunga acuan kemarin.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 93,56 poin (0,48%) ke level 19.527,35.
- Indeks Hang Seng melemah 87,38 poin (0,32%) ke level 27.630,82.
- Indeks Komposit Shanghai naik 28,79 poin (0,66%) ke level 4.362,38.
- Indeks Straits Times menipis 6,42 poin (0,18%) ke level 3.464,38.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.050 ke Rp 6.500, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 900 ke Rp 9.100, Mayora (MYOR) turun Rp 475 ke Rp 25.575, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 450 ke Rp 9.250.
(ang/rrd)











































