Seperti diungkapkan, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk Adi Ardiansyah Sjoekri, perusahaan tambang ini merupakan terbesar kedua setelah PT Freeport Indonesia, di Papua.
"Dalam skala nasional, kami adalah tambang kedua terbesar setelah Freeport, ini tambang yang punya SDM dan cadangan yang sangat besar," katanya di acara Due Diligence Meeting and Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (12/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cadangan mineral yang ada di tambang milik Merdeka Copper Gold berupa emas, perak, dan tembaga yang berada di Proyek Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur.
Adi menjelaskan, lokasi tambang terletak di selatan kota Banyuwangi ditempuh 9 jam dari Surabaya dan 7 jam dari Denpasar atau Bali, atau dengan penerbangan dari Surabaya atau Bali ke Banyuwangi 1-1,5 jam.
Walau belum berproduksi, Merdeka Copper Gold akan melepas sahamnya kepada publik sebesar 21,7% atau sebanyak-banyaknya 874.363.644 saham baru. Perseroan menawarkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dengan harga Rp 1.800-Rp 2.100 per saham dengan target perolehan dana mencapai sekitar Rp 1,5 triliun hingga Rp 1,8 triliun.
(rrd/hen)











































