Tambang Emas Sandiaga, Boy Thohir, dan Soeryadjaya Baru Untung di 2017

Tambang Emas Sandiaga, Boy Thohir, dan Soeryadjaya Baru Untung di 2017

- detikFinance
Selasa, 12 Mei 2015 14:50 WIB
Tambang Emas Sandiaga, Boy Thohir, dan Soeryadjaya Baru Untung di 2017
Jakarta -

Perusahaan tambang milik Sandiaga Uno dan keluarga Soeryadjaya, PT Merdeka Copper Gold Tbk masih mencatatkan rugi sebesar US$ 5 juta (Rp 65 miliar).

Namun, perusahaan tambang emas yang mengaku terbesar kedua setelah Freeport ini optimis, di tahun 2017 nanti bakal bisa mengantungi laba sebesar US$ 19,2 juta (Rp 250 miliar).

"Kita masih ada US$ 5 juta rugi bersih, ini akan terus berjalan sampai produksi berjalan dan bisa menghasilkan di 2017, setelah produksi diharapkan laba bersih US$ 19,2 juta di 2017 dan sterusnya akan semakin berlipat untuk penjualan emas yang akan dilakukan," jelas Presiden Direktur Merdeka Copper Adi Adriansyah Sjoekri saat Due Diligence Meeting and Public Expose, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, perseroan memiliki lapisan oksida dengan total cadangan bijih emas sebesar 898.262 ounce (oz) dan perak 21.644.984 oz. Sementara total sumber daya mineral dalam lapisan oksida mencapai 2.142.064 oz untuk emas, dan 75.129.831 oz untuk perak.

Sedangkan di lapisan porfiri, total cadangan sumber daya mineral emas mencapai 28.124.630 oz dan tembaga 19.285.451.9333 lbs.

"Kita ini unik, kita punya cadangan emas 900 ribu oz, dan 21 juta oz perak, itu langsung dieksploitasi 20 bulan ke depan dan produksi 20 tahun dan punya sumber daya tembaga yang under ekspor," terang dia.

Selain itu, lanjut Adi, perseroan juga tengah mempersiapkan untuk melakukan produksi di tahun depan yang menghasilkan emas dan perak secara komersial pada 2015 dengan produksi bijih rata-rata sebesar 3 juta ton per tahun.

Targetnya adalah meraih produksi tahunan emas hingga 90.000 oz dan perak hingga 1 juta oz.

"Kegiatan tambang sudah kliring lahan untuk persiapan pembuatan jalan, konstruksi pertengahan tahun ini, dan tahun depan produksi, tahun 2017 sudah bisa menghasilkan," pungkasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads