Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.195 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di posisi Rp 13.150 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,472 poin (0,07%) ke level 5.175,954 di tengah koreksi pasar saham global dan regional. Investor domestik menyokong penguatan IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menguat 31,217 poin (0,60%) ke level 5.203,699 berkat aksi beli investor domestik. Saham-saham bank berkapitalisasi besar menanjak paling tinggi.
Aksi beli selektif investor domestik menahan Indeks di zona hijau. Tekanan jual asing masih terjadi, terutama di saham-saham konsumer dan konstruksi.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (12/5/2015), IHSG ditutup menanjak 33,130 poin (0,64%) ke level 5.205,612. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 4,839 poin (0,54%) ke level 902,241.
Tiga sektor yang jadi sasaran investor asing ditutup melemah, yaitu sektor konsumer, konstruksi, dan infrastruktur. Tujuh sektor lainnya bisa menguat, dipimpin sektor agrikultur yang melesat hingga 7%.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 397,497 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 221.611 kali dengan volume 5,485 miliar lembar saham senilai Rp 5,351 triliun. Sebanyak 179 saham naik, 127 turun, dan 82 saham stagnan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat cukup tinggi di antara bursa-bursa Asia yang rata-rata melemah di penghujung perdagangan hari ini. Pasar saham China naik tinggi didorong langkah bank sentral memangkas bunga acuan kemarin.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 3,93 poin (0,02%) ke level 19.624,84.
- Indeks Hang Seng anjlok 311,02 poin (1,12%) ke level 27.407,18.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 67,64 poin (1,56%) ke level 4.401,22.
- Indeks Straits Times melemah 29,36 poin (0,85%) ke level 3.441,44.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.150 ke Rp 42.500, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.050 ke Rp 6.500, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 400 ke Rp 9.600, dan Matahari (LPPF) turun Rp 375 ke Rp 16.500.
(ang/dnl)











































