Provident dan Saratoga Sokong Tambang Emas di Banyuwangi Masuk Bursa

Provident dan Saratoga Sokong Tambang Emas di Banyuwangi Masuk Bursa

- detikFinance
Selasa, 12 Mei 2015 17:14 WIB
Provident dan Saratoga Sokong Tambang Emas di Banyuwangi Masuk Bursa
Jakarta - PT Merdeka Copper Gold Tbk akan segera melepas 21,7% saham atau sebanyak-banyaknya 874.363.644 saham ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan Juni nanti. Saham Merdeka ditawarkan di harga Rp 1.800-2.100 per saham.

Masuknya Merdeka sebagai calon emiten di bursa tidak lepas dari hasil kolaborasi dua entitas bisnis ternama di Indonesia yaitu Provident Capital dan Saratoga Investama Tbk serta Garibaldi (Boy) Thohir.

Konsorsium tersebut menjadi pemegang saham utama dengan Provident sebesar 32,8% saham, Saratoga 25,7% saham. Pemegang saham lain adalah perorangan 31% dan Pemda Banyuwangi 10%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merdeka yang memiliki sumber daya mineral berupa emas, tembaga dan perak berlokasi di Banyuwangi. Sumber daya mineral milik Merdeka tersebut diklaim nomor dua terbesar setelah Freport di Papua.

Merdeka mulai berproduksi secara komersial pada 2016 dengan produksi bijih rata-rata sebesar 3 juta ton per tahun. Targetnya adalah meraih produksi tahunan emas hingga 90.000 ounce (oz) dan perak hingga 1 juta oz.

“Kami bersyukur Merdeka dapat segera menjadi bagian dari perusahaan publik. Kami percaya keputusan ini akan menjadikan Merdeka sebagai perusahaan tambang mineral yang memberikan nilai tambah yang optimal kepada para stakeholders dan shareholders dalam jangka panjang," kata Komisaris Merdeka Edwin Soeryadjaya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2015).

Presiden Direktur Merdeka, Adi Adriansyah Sjoekri menjelaskan, langkah Merdeka melakukan IPO ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat visi sebagai perusahaan tambang mineral kelas dunia yang dimiliki oleh entitas bisnis terkemuka di Indonesia.

“IPO merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing Merdeka dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Kami yakin dengan aset dan prospek bisnis yang sangat baik, aksi korporasi ini akan mendapat respon positif dari para investor," jelas Adi seusai Public Expose, di Jakarta hari ini.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads