IHSG Diprediksi Mix, Cenderung Menguat

Rekomendasi Saham

IHSG Diprediksi Mix, Cenderung Menguat

- detikFinance
Rabu, 13 Mei 2015 08:54 WIB
IHSG Diprediksi Mix, Cenderung Menguat
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin mampu mempertahankan posisi di level 5.200 setelah naik 33 poin. Dana asing hampir Rp 400 miliar hengkang dari lantai bursa.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (12/5/2015), IHSG ditutup menanjak 33,130 poin (0,64%) ke level 5.205,612. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 4,839 poin (0,54%) ke level 902,241.

Dalam 2 hari berturut-turut, bursa saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) bergerak lesu. Investor masih bertanya-tanya soal rencana bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga acuannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Selasa, indeks Dow Jones turun 36,94 poin (0,2%) ke 18.068,23. Indeks S&P 500 turun 6,21 poin (0,29%) ke 2.099,12. Sementara indeks Nasdaq turun 17,38 poin (0,35%) ke 4.976,19.

Hari ini IHSG diprediksi bergerak mix cenderung menguat. Investor asing masih belum betah berlama-lama di pasar modal.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menipis 6,80 poin (0,03%) ke level 19.618,04.
  • Indeks Straits Times menguat 7,66 poin (0,22%) ke level 3.449,99.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 12 Mei 2015 ditutup menguat 0,64% pada level 5205. Sektor perkebunan mengalami penguatan terbesar, seiring dengan kekhawatiran akan terjadinya el nino yang berpotensi mengurangi produksi CPO. Investor asing net sell Rp397,5 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat sentimen negatif melemahnya pasar obligasi yang menimbulkan kecemasan di pasar saham. Pasar obligasi melemah akibat kecemasan akan kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini. Presiden The Fed San Francisco menyatakan The Fed dapat mulai suku bunga pada pertemuan kapan pun. Antisipasi The Fed mulai menaikkan suku bunganya pada tahun ini meskipun data ekonomi belum cukup kuat, telah mendorong fluktuasi indeks selama lima pekan ini.minyak mentah menguat seiring dengan pelemahan dollar AS dan OPEC menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global. Kekerasan di Yaman juga mendorong kenaikan harga minyak mentah, karena meningkatnya kecemasan akan ketersediaan suplay minyak mentah di Timur Tengah. OPEC menaikkan proyeksi permintaan minyak dunia menjadi 1,18 juta bpd, naik dari perkiraan sebelumnya 1,17 juta bpd. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5185 - 5242. Rekomendasi: KLBF, BBRI, BBCA, INDF, BMRI, JSMR, WIKA.

Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di 5.205,61, naik +33,12 poin atau 0,64%. Indeks LQ-45 ditutup menguat di 902,241, naik +4,83 poin atau 0,54%.

IHSG berhasil ditutup tipis di atas 5.200, dan masih berada di kisaran garis rata- rata 200 hari (MA 200 days).

Perdagangan hari ini kami estimasi akan kembali menguat. Saham-saham lapis dua dan tiga masih akan aktif.

Rupiah bergerak pada kisaran Rp 13.165-Rp 13.238, dan ditutup pada level Rp 13.165/US$. Sedangkan Crude Oil (WTI) ditutup pada posisi US$ 61,29/bbl.

Kisaran untuk pergerakan indeks berada di 5.173-5.237.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads