Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 13.125 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di posisi Rp 13.195 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 11,533 poin (0,22%) ke level 5.217,145 melanjutkan penguatan kemarin. Investor asing masih terus melepas saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG bertambah 19,373 poin (0,37%) ke level 5.224,985 didorong aksi beli investor domestik. Saham-saham komoditas memimpin penguatan.
Indeks bertahan positif berkat aksi beli investor domestik. Sembilan indeks sektoral bisa menguat, hanya satu yang melemah.
Menutup perdagangan, Rabu (13/5/2015), IHSG menanjak 40,521 poin (0,78%) ke level 5.246,133. Sementara Indeks LQ45 melonjak 8,743 poin (0,97%) ke level 910,984.
Investor asing banyak menjual saham konstruksi dan finansial. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 384,726 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 290.050 kali dengan volume 6,967 miliar lembar saham senilai Rp 6,547 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 122 turun, dan 88 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia berakhir variatif menutup perdagangan sore ini, sebagian ada yang bisa menguat dan sisanya melemah. Sentimen negatif datang dari bursa global yang semalam ditutup negatif.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 139,88 poin (0,71%) ke level 19.764,72.
- Indeks Hang Seng melemah 157,90 poin (0,58%) ke level 27.249,28.
- Indeks Komposit Shanghai turun 25,46 poin (0,58%) ke level 4.375,76.
- Indeks Straits Times menguat 12,96 poin (0,38%) ke level 3.455,29.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 1.850 ke Rp 26.000, Siloam (SILO) naik Rp 625 ke Rp 14.600, Indocement (INTP) naik Rp 575 ke Rp 23.000, dan Matahari (LPPF) naik Rp 425 ke Rp 16.925.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 5.000 ke Rp 140.000, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 590 ke Rp 2.815, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 450 ke Rp 9.550, dan Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 400 ke Rp 23.625.
(ang/dnl)











































