Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 6,294 poin (0,12%) ke level 5.252,427 di 'hari kejepit nasional' alias harpitnas.
Indeks hanya sempat naik sampai ke level 5.264 sebelum jatuh ke zona merah. Aksi jual investor asing memberi tekanan cukup besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor domestik masih berburu saham setelah kemarin hari libur Kenaikan Isa Almasih. Saham-saham bank kelas berat jadi sasaran aksi jual investor asing.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 133.660 kali dengan volume 3,169 miliar lembar saham senilai Rp 3,017 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 117 turun, dan 88 saham stagnan.
Bursa-bursa regional hingga siang hari ini masih bergerak variatif. Pasar saham China yang sudah melesat tinggi langsung kena aksi ambil untung.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 106,10 poin (0,54%) ke level 19.676,34.
- Indeks Hang Seng naik 133,20 poin (0,49%) ke level 27.419,75.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 63,09 poin (1,44%) ke level 4.315,22.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Unilever (UNVR) naik Rp 1.050 ke Rp 43.350, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 700 ke Rp 3.515, Matahari (LPPF) naik Rp 400 ke Rp 17.325, dan Tower Bersama (TBIG) naik Rp 200 ke Rp 9.100.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 875 ke Rp 22.825, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 725 ke Rp 46.400, Graha Layar (BLTZ) turun Rp 700 ke Rp 2.325, dan Multi Prima (PLIN) turun Rp 500 ke Rp 3.000.
(ang/dnl)











































