Tambang Terbesar Kedua Setelah Freeport Ajak Warga Banyuwangi Jadi Investor

- detikFinance
Jumat, 15 Mei 2015 19:02 WIB
Banyuwangi - Masyarakat Banyuwangi kini berkesempatan untuk berinvestasi jangka panjang di bidang pertambangan. PT Merdeka Copper Gold Tbk menggelar paparan publik untuk penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Dalam kesempatan ini masyarakat Banyuwangi diajak membeli saham di perusahaan yang dimotori oleh Grup Saratoga, Grup Provident, dan pengusaha Garibaldi (Boy) Thohir tersebut. Perseroan memproduksi emas, perak dan tembaga di tambang ini.

Merdeka merupakan perusahaan tambang mineral yang menjadi induk usaha PT Bumi Suksesindo (BSI) yang mengelola tambang mineral di Proyek Tujuh Bukit, yang terletak di Pegunungan Tumpang Pitu, Kecamatan Pesangaran, Banyuwangi.

Merdeka juga merupakan perusahaan tambang mineral pertama di Indonesia yang belum berproduksi, tapi telah bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama Merdeka Copper Gold, Adi Ardiansyah Sjoekri, mengatakan perusahaan akan melakukan IPO dengan melepas sebanyak 874.363.644 saham atau setara 21,7% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Harga yang ditawarkan dalam IPO kali ini sebesar Rp 1.800-2.100 per saham, di mana perseroan akan mendapatkan dana segar sebesar Rp 1,57-1,83 triliun.

“Kami menawarkan saham ini kepada publik. Siapa pun yang memiliki visi dan tujuan yang sama untuk berinvestasi secara jangka panjang, kami undang sebagai investor. Saat ini kami memang lebih memfokuskan kepada penawaran lokal, karena itu kami juga mengundang masyarakat Banyuwangi untuk bergabung,” katanya.

Public expose ini, sambung Adi, juga masih akan kembali dilakukan beberapa kali di Banyuwangi. Tujuannya supaya masyarakat bisa merasakan manfaat dari kehadiran perusahaan di daerah.

"Untuk mendapatkan saham tersebut masyarakat bisa melakukannya dengan membuka rekening khusus di Bank Mandiri," imbuhnya.

Dana dari pelaksanaan IPO, menurut Adi, akan disalurkan sepenuhnya untuk PT Bumi Suksesindo (BSI) yang sahamnya saat ini sebesar 99,9% dimiliki oleh perseroan.

Sementara untuk masa penawaran awal jatuh pada 12-21 Mei 2015, masa penawaran umum pada 4-5 dan 8 Juni 2015, tanggal penjajakan 10 Juni 2015, IPO sendiri mendapatkan tanggal efektif pada 1 Juni 2015.

Sementara tanggal pengembalian uang pemesanan (refund) pada 11 Juni 2015, tanggal distribusi saham secara elektronik jatuh pada 11 Juni 2015 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) jatuh pada 12 Juni 2015

"Dana itu akan digunakan BSI, sebesar 50% untuk belanja modal mereka (BSI), pelunasan utang sebesar 40% dan sisanya 10% untuk modal kerja," pungkasnya.

(ang/ang)