Statement ini direspons negatif oleh pasar. Saham-saham perbankan sempat berguguran menanggapi hal tersebut.
"Jumat itu kelihatan, pasar bereaksi negatif. Saham-saham perbankan bergerak turun, di bawah level support, terutama yang kapitalisasinya besar," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo kepada detikFinance, Senin (18/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor perbankan yang kaitannya sangat erat dengan pertumbuhan ekonomi, cenderung bereaksi negatif.
"Hampir semua saham-saham perbankan turun. BRI, BCA, BNI, BTN, Bank Mandiri, saya khawatir ini akan berlanjut," ucap dia.
Selain sektor perbankan, Satrio menyebutkan, sektor lainnya seperti otomotif, konsumer, dan ritel akan berpengaruh terhadap revisi pertumbuhan ekonomi ini.
Meskipun target 5,4% dilihat sebagai hal yang realistis, investor sudah terlanjur berharap lebih kepada pemerintah.
"Orang menilai berarti ini tidak happy. Problemnya rakyat terlanjur berharap banyak sama pemerintah. Pasar berharap lebih, tidak hanya revisi pertumbuhan ekonomi tapi langkah besar," jelas Satrio.
Pada perdagangan hari ini, beberapa saham bank yang sudah jatuh pekan lalu bisa rebound tipis didorong oleh aksi beli investor domestik.
(drk/ang)











































