Revisi ini disampaikan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro kepada para pelaku pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/5/2015).
Pertumbuhan ekonomi yang hanya 5,4% mendorong kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih rendah. Diperkirakan IHSG bisa berada di level support 4.913-5.075.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satrio menjelaskan, level rendah tersebut bisa terjadi jika tidak ada perbaikan kondisi ekonomi. Langkah besar pemerintah sangat ditunggu pelaku pasar untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kebijakannya.
"Beberapa hari terakhir ini pasar sedikit bingung soal kebijakan pemerintah terkait BBM yang tiba-tiba nggak jadi naik, pasar melihatnya ada apa-apa," ucap dia.
Meski begitu, Satrio menyebutkan, kinerja IHSG masih bisa membaik seiring keseriusan pemerintah merealisasikan target-target yang telah dibentuk khususnya soal infrastruktur. IHSG diperkirakan bisa mencapai level 6.100-6.300 dalam jangka panjang.
"Jangka panjang sampai akhir tahun, saya melihatnya masih bisa pulih di atas 6.000, pemerintah harus punya langkah besar," sebut Satrio.
(drk/ang)











































