Saham Inovisi 4 Bulan Dibekukan, Investor Paling Dirugikan

Saham Inovisi 4 Bulan Dibekukan, Investor Paling Dirugikan

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 18 Mei 2015 14:53 WIB
Saham Inovisi 4 Bulan Dibekukan, Investor Paling Dirugikan
Jakarta - Saham PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) sudah berhenti diperdagangkan sejak Februari 2015 silam. Pihak yang sangat dirugikan gara-gara pembekuan saham ini adalah investor.

Pasalnya, sampai saat ini saham Inovisi tidak bisa dijualbelikan. Investor yang sudah lama menaruh investasi di saham ini juga tidak mendapat keuntungan karena sahamnya berhenti di harga Rp 117 per lembar sejak Februari.

"Kita sebagai investor pasti dirugikan. Saya harus minta tolong ke mana? Telepon ke perusahaan tidak pernah diangkat, kirim email juga tidak pernah dibalas," kata salah satu investor ritel pemegang saham Inovisi, Hoetomo, ketika dihubungi detikFinance, Senin (18/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga mempertanyakan para otoritas pasar modal seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang seolah diam saja ketika ada perusahaan yang melanggar ketentuan seperti Inovisi. Apalagi suspensi sahamnya sudah berjalan hampir 4 bulan.

"Jangan sampai kayak DAVO (Davomas yang sahamnaya diusir dari BEI) tidak dicek langsung di lapangan ternyata pabriknya sudah tutup, kantornya tutup," ujarnya.

Hoetomo juga mengaku belum mendengar kabar di pasar mengenai Inovisi yang katanya sudah tidak beroperasi lagi.

"Saya belum dengar, tapi kalau soal laporan keuangannya yang bermasalah itu semua (investor) sudah tahu," ujarnya.

Ia juga heran laporan keuangan Inovisi bisa bermasalah. Padahal, para penyusun laporan keuangan perusahaan, apalagi perusahaan terbuka, seharusnya sudah profesional dan berpengalaman.

"Kan di perusahaan itu jajarannya direksi turun ke manajer terus ke bawahnya. Direktur keuangan pasti ada manajer keuangan dan seterusnya. Kalau memang laporan keuangan dibuat oleh level paling bawah, tapi kan pasti dicek sampai ke tingkat direktur keuangan," ujarnya.

(ang/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads