Ketika disuspensi, saham perusahaan investasi ini berada di kisaran Rp 117 per lembar. Padahal dulu sahamnya pernah menyentuh titik tertinggi di Rp 2.575 pada perdagangan 28 Juni 2013.
Seperti dikutip dari data perdagangan BEI, Senin (18/5/2015), posisi harga saham tersebut merupakan yang tertinggi sejak Inovisi melangsungkan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 3 Juli 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BEI menemukan banyak kesalahan dalam laporan keuangan Inovisi. Otoritas pasar modal pun langsung meminta Inovisi melakukan klarifikasi.
Mengacu ke situs resminya, Inovisi adalah perusahaan investasi yang bergerak di bidang telekomunikasi, media dan teknologi, energi dan sumber daya alam, hingga jasa rekayasa.
Perusahaan yang dulunya bernama PT Cipta Media Rekatama ini, awalnya hanya bergerak di telekomunikasi sebelum akhirnya melebarkan sayap ke beberapa industri di atas.
Komposisi pemegang saham Inovisi adalah sebagai berikut
- PT Green Pine pegang 60,25%
- Acclaim Investments Limited 6,11%
- Ascender International Limited 5,16%
- Masyarakat 28,47%











































