Laba Bersih Inco Naik 154 % 2004
Rabu, 16 Feb 2005 15:02 WIB
Jakarta - PT International Nickel Indonesia tbk (Inco) selama tahun 2004 mencatat kenaikan laba bersih sebesar 154 persen menjadi US$ 265,1 juta dibandingkan tahun 2003 sebesar US$ 104,4 juta. Kenaikan laba bersih tersebut karena meningkatnya harga rata-rata nikel yang membuat pendapatan perseroan meningkat. Hal tersebut disampaikan Presdir Inco Bing R tobing dalam jumpa pers di Financial Club Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (16/2/2005).Untuk pendapatan bersih 2004 tercatat US$ 792,1 juta atau naik 56 persen dibandingkan tahun 2003 sebesar US$ 509 juta. Sementara produksi nikel 2004 sebesar 159,1 juta pon dengan harga rata-rata US$ 4,88 per pon. Bing mengatakan, pada tahun 2005 perserian memperkirakan produksi nikel mencapai 160 juta pon dengan harga rata-rata nikel matte diatas US$ 6 per pon. "Sampai 2007 diperkirakan suplai masih lebih rendah dibandingkan permintaan sehingga harga nikel diharapkan masih tetap tinggi," kata Bing.Perseroan juga berencana membangun bendungan baru di Karebbo pada Sungapi Larona, Sulawesi dengan biaya sekitar US$ 150 juta. Pembangunan bendungan baru ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas PLTA sebesar 33 persen atau 90 megawatt per tahun. Pembuatan bendungan ini juga untuk menurunkan risiko terjadinya musim kering yang berakibat turunnya debit air untuk produksi. Dengan adanya bendungan baru ini kapasitas produksi Inco diharapkan menjadi 200 juta pon nikel pada 2009. Dana untuk pembangunan bendungan ini bisa berasal dari kas internal ditambah dengan pinjaman bank atau penerbitan obligasi.Pada tahun 2004, total utang Inco hanya tersisa US$ 115,4 juta atau turun dibandingkan posisi tahun 1999 sebesar US$ 500 juta. Diharapkan Maret 2006 seluruh utang bisa dilunasi.Mulai 30 Juni 2005, Inco sudah mulai mengirim nikel untuk PT Aneka Tambang dalam proyek pembangunan FeNi III. Mengenai rencana Inco Ltd Kanada yang akan menambah sahamnya di Inco tbk, Bing mengaku hingga saat ini manajemen belum mengetahuinya. Namun menurutnya, hal bisa saja dilakukan tanpa sepengetahuan manajemen yakni dengan cara membeli di pasar. Inco Ltd Kanada saat ini memiliki 61 persen saham dan selebihnya Sumitomo 20 persen serta pemegang saham minorits dan publik sekitar 19 persen.
(qom/)











































