Awas Terjebak Saham Bermasalah, Ini Tips Menghindarnya

Awas Terjebak Saham Bermasalah, Ini Tips Menghindarnya

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2015 07:05 WIB
Awas Terjebak Saham Bermasalah, Ini Tips Menghindarnya
Jakarta - Dinamika berinvestasi di pasar modal adalah kadang untung besar, kadang juga buntung. Meski sudah ada sistem yang berjalan dengan baik dan diawasi oleh otoritas, tetap saja kadang ada saham yang perusahaannya bermasalah.

Salah satu contohnya adalah PT Davomas Abadi yang sekarang sahamnya 'ditendang' dari lantai bursa, gara-gara disuspensi selama dua tahun dan baru ketahuan kalau kantor dan pabriknya sudah tutup.

Yang terbaru adalah PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), yang ketahuan melaporkan kinerja keuangan dengan banyak kesalahan. Inovisi sudah mengakui kesalahan itu dan akan melakukan restrukturisasi perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, saham Inovisi masih dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai ada penjelasan lebih lanjut dari perusahaan. Investor yang pegang saham Inovisi harus bersabar karena investasinya mandek. Lalu bagaimana caranya supaya tidak terjebak dalam masalah seperti ini?

"Ada macam-macam cara, kayak contoh saham Davo, tahun 2007 sebenarnya sudah kelihatan dan sudah bisa ditebak. Lihat operasi perusahaannya, apakah (harganya) naik karena laporan keuangan, spekulasi pasar, atau apa? Itu kejelian investor membaca situasi dan kondisi perusahaan dikaitkan dengan kenaikan sahamnya," ujar Analis Samuel Sekuritas, M Alfatih kepada detikFinance, Senin (18/5/2015).

Itu merupakan tips pertama yang diberikan Alfatih. Sementara tips yang kedua adalah lihat investor besar yang berinvestasi di saham tersebut.

"Investor kecil umumnya masih awam terhadap pergerakan saham, kalau mau gampang ikuti aksi mereka (investor besar), karena mereka biasanya sudah tahu dan sudah mengikuti perkembangan perusahaan," ujarnya.

Misalnya, kata Alfatih, investor besar biasanya tidak membuat laporan keuangan emiten jadi prioritas karena sudah memantau pergerakan saham dan perusahaan sejak lama.

"Mereka bisa lihat tren jangka panjang saham yang dibelinya dengan dasar pengalaman mereka," jelasnya.

Sementara untuk tips yang ketiga, kata Alfatih, termasuk yang paling mudah diikuti. Caranya yaitu beli saham yang banyak dianalisis oleh perusahaan sekuritas.

Contohnya, saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang dipantau oleh sekitar 27 analis. Dengan begini, investor bisa dapat banyak masukan atas saham tersebut sebelum membeli.

"Kalau saham itu banyak dianalisis, kita akan mudah menemukan sinyal-sinyal kurang baik dari saham tersebut. Semakin sedikit yang menganalisa, semakin susah kita prediksi," ujarnya.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads