Direktur Utama PP Properti Galih Prahananto optimistis, proyek-proyek perusahaan akan laku dibeli konsumen meski di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi RI kuartal I-2015 akibat melemahnya daya beli.
"Kebutuhan hunian masih sangat besar. Contoh yang muda-muda pasti butuh rumah, kecuali yang mau tinggal sama mertua, tapi sebagain besar keluarga muda butuh rumah," katanya usai pencatatan saham perdana di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/5/2015).
Produk-produk yang ditawarkan anak usaha PT PP Tbk (PTPP) itu menyasar segmen menengah dan menengah ke bawah. Dengan demikian, ia yakin Perseroan masih bisa menjual produknya dengan baik.
"Jadi banyak seklai unit-unit yang dibeli kalangan menengah bawah. Kita sasar karyawan muda, jadi ke depan (penjualan) tidak lesu. Jadi kita optimitis PP Properti bisa tumbuh," ujarnya.
Beberapa proyek yang akan dibangun emiten berkode PPRO antara lain apartemen Grand Sungkono Lagoon Surabaya, apartemen Grand Kamala Lagoon Bekasi, rusunami Gunung Putri Square Bogor, The Ayoma Apartment Serpong, dan Payon Amartha Semarang. Proyek tersetut akan mulai dikerjakan tahun ini.
Selain apartemen dan rusunami, Perseroan juga akan membangun area komersial dan mal seperti commercial area I dan II Grand Kamala Lagoon Jakarta, serta Mall Grand Sungkono Lagoon Surabaya.
"Dari dana IPO, 75% untuk investasi beli lahan baru, bangun mal di beberapa lokasi di beberapa proyek Lagoon yang sudah kita kembangkan," ujarnya.
(Angga Aliya/Wahyu Daniel)











































