Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowarodjo mengatakan, koreksi rupiah itu diakibatkan penguatan dolar AS setelah ekonomi Negeri Paman Sam membaik ditambah rencana stimulus Bank Sentral Eropa.
"Ke depan BI harus terus menjaga stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya," kata Agus usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) di bulan yang sama naik 0,17% mom sedangkan 6,38% secara tahunan.
"Didorong kenaikan harga BBM premium dan solar di Maret 2015, bahan bakar rumah tangga juga, volatile deflasi," jelasnya.
(ang/dnl)











































