"Paket kami tidak lolos persyaratan administrasi," ujar Ronald T Andi Kasim kepada detikFinance, Kamis (21/5/2015).
Ada pun, paket yang yang diusung Ronald ini diisi oleh Bambang Widodo, Kristian M, Ignatius Girendroheru, Fivi Firgantria, Rudy Utomo, dan John Tambunan.
Ronald menjelaskan, kekurangan surat dukungan dari para Anggota Bursa (AB) menjadi alasan paketnya didepak dari pertarungan merebut kursi direksi BEI.
Seperti diketahui, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah masing-masing paket calon harus diusung oleh minimal 10 AB.
Adapun, 10 AB pendukung ini secara bersama-sama harus memenuhi syarat minimal frekuensi dan nilai transaksi perdagangan. Frekuensi dan nilai transaksi dari 10 AB ini minimal menyumbang 10% dari total frekuensi dan nilai perdagangan efek di BEI selama 12 bulan terakhir sebelum mengajukan ke OJK.
"Karena kekurangan surat dukungan," katanya.
Untuk diketahui, paket Ronald merupakan hasil merger dengan paket Reynaldi Hermansjah. Adapun, nama dari paket Reynaldi yang berpindah adalah Bambang Widodo, Kristian M, Ignatius Girendroheru, dan Fivi Firgantria.
"Kan pas kita merger mestinya seluruh surat suara dari paket yang satunya masuk ke paket merger. Nah itu tidak terjadi, malah pindah ke paket yang lain. Terus ada juga yang sudah secaraa lisan akan beri suara tapi sampai hari terakhir tidak terbit suratnya," jelas dia.
Meskipun merasa kecewa, Ronald tetap memberikan dukungan kepada para calon direksi BEI.
Dia berharap, direksi BEI baru yang terpilih nanti bisa menjalankan tugas dan membawa BEI menyongsong era globalisasi melalui MEA.
"Semoga proses pencalonan di kemudian hari bisa diperbaiki untuk lebih bagus lagi dalam menjaring profesional yang berintegritas tinggi, ini sangat krusial," tegasnya.
(Dewi Rachmat Kusuma/Wahyu Daniel)











































