Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 17,237 poin (0,33%) ke level 5.309,986. Aksi beli asing mendorong IHSG naik.
Indeks sempat naik ke titik tertingginya di awal perdagangan, sampai di level 5.310,989. Tak lama setelahnya Indeks langsung terkena aksi ambil untung.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (21/5/2015), IHSG turun 12,167 poin (0,23%) ke level 5.280,582. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,252 poin (0,24%) ke level 920,080.
Siang ini hanya satu sektor industri yang bertahan positif, yaitu sektor infrastruktur. Saham-saham yang sudah naik tinggi sejak awal pekan ini jadi sasaran aksi jual.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 112.195 kali dengan volume 2,543 miliar lembar saham senilai Rp 2,171 triliun. Sebanyak 108 saham naik, 131 turun, dan 96 saham stagnan.
Rata-rata bursa regional bergerak positif hingga siang ini. Indeks manufaktur China lebih rendah dari perkiraan di Mei yaitu hanya 49,1 dari prediksi analis 49,3. Sementara bulan sebelumnya 48,9. Sentimen ini tidak sampai menahan penguatan bursa rergional.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 106,14 poin (0,53%) ke level 20.302,70.
- Indeks Hang Seng menipis 10,51 poin (0,04%) ke level 27.574,54.
- Indeks Komposit Shanghai menanjak 49,81 poin (1,12%) ke level 4.496,10.
- Indeks Straits Times bertambah 0,90 poin (0,03%) ke level 3.440,58.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mayora (MYOR) naik Rp 375 ke Rp 26.375, Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 275 ke Rp 24.725, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 125 ke Rp 11.225, dan Indocement (INTP) naik Rp 100 ke Rp 23.175.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 10.000 ke Rp 260.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.125 ke Rp 26.275, Duta Pertiwi ((DUTI) turun Rp 450 ke Rp 6.000, dan Unilever (UNVR) turun Rp 425 ke Rp 42.925.
(Angga Aliya/Wahyu Daniel)










































