IHSG Dibayang-bayangi Aksi Ambil Untung

Rekomendasi Saham

IHSG Dibayang-bayangi Aksi Ambil Untung

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 25 Mei 2015 08:52 WIB
IHSG Dibayang-bayangi Aksi Ambil Untung
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu menutup perdagangan dengan stagnan. Transaksi hanya 4 triliun di bawah rata-rata harian Rp 6 triliun.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (22/5/2015), IHSG naik tipis 1,945 poin (0,04%) ke level 5.315,153. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,790 poin (0,09%) ke level 926,603.

Bursa saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) berakhir negatif pada perdagangan akhir pekan. Meski Gubernur Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen mengindikasikan suku bunga acuan bakal dinaikkan tahun ini.

Pada perdagangan Jumat waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial turun 53,72 poin (0,29%) ke 18.232,02. Sementara indeks SP 500 turun 4,76 poin (0,22%) ke 2.126.06. Sementara indeks Nasdaq turun 1,43 poin (0,03%) ke 5.089,36.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak datar di awal pekan. Posisi IHSG yang cukup tinggi bisa dimanfaatkan pelaku pasar untuk mengambil untung.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 116,19 poin (0,57%) ke level 20.380,60.
  • Indeks Straits Times bertambah 3,09 poin (0,09%) ke level 3.453,27.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada minggu ketiga Mei ditutup di posisi 5.315,15, dan untuk Indeks LQ-45 ditutup di posisi 926,60. Posisi IHSG pada saat ini berada di fibonacci retracement 50,0%-61,8%. Fibonacci retracement 61,8% merupakan rasio yang sangat kuat sekali untuk menjadi support/resistance.

Dari beberapa indikator seperti RSI menunjukan, IHSG berada di posisi netral, dan MACD berada di area negatif. Kami estimasi pergerakan IHSG untuk minggu ini cenderung bervariasi (mixed).

Jika IHSG gagal melewati garis fibonacci retracement 61,8%, yaitu di kisaran 5.330-5.350, dalam beberapa hari ke depan kami estimasi IHSG akan terkoreksi ke kisaran 5.150-5.200. Di mana penurunan ini mempunyai probabilitas yang cukup besar.

Rupiah bergerak pada kisaran Rp 13.110-Rp 13.167/US$, dan ditutup pada level Rp 13.158/US$. Sedangkan Crude Oil (WTI) ditutup pada posisi US$ 59,72/bbl.

Oso Securities
Pada perdagangan sesi pertama akhir pekan (22/05), IHSG sempat mengalami pelemahan. Namun dapat berbalik arah pada perdagangan sesi kedua yang ditutup naik tipis 0,04% atau 1,95 poin ke level 5.315,15 sekaligus menggenapkan penguatan indeks beruntun sepanjang pekan kemarin.

Penguatan terjadi seiring dengan menguatnya bursa saham Asia. Rilisnya data manufaktur China yang mengalami kenaikan masih menjadi bayang-bayang pergerakan IHSG. Selain itu, revisi outlook rating utang Indonesia dari S&P yang awalnya stabil menjadi positif turut menjadi katalis penguatan IHSG. Investor membukukan transaksi Rp 4,81 triliun.

Secara sektoral, sebanyak lima sektor mengalami penguatan dengan sektor consumer goods memimpin penguatan sebesar 1,03%. Namun Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 516 miliar.

Sementara itu, indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan rata-rata ditutup terkoreksi, di mana Indeks Dow Jones melemah 0,29% di level 18,232.02, Indeks S&P turun 0,22% di level 2,126.06 serta Indeks Nasdaq juga mengalami pelemahan 0,03% pada level 5,089.36. Investor merespons rilisnya data tingkat inflasi AS yang hanya naik 0,1% dari sebelumnya 0,2% di tengah recovery ekonomi AS.

Hari ini kami perkirakan IHSG bergerak dengan kecenderungan mengalami pelemahan. Secara teknikal, IHSG membentuk spinning top dan diperdagangkan di bawah MA 100 harian. Indikator MACD masih bergerak menguat dengan histogram positif memanjang.

Namun, indicator stochastic membentuk dead cross pada area overbought yang menunjukkan adanya potensi pelemahan dalam jangka pendek. Kami perkirakan IHSG akan berada pada kisaran support 5.275 dan resistance 5.335.

(Angga Aliya/Angga Aliya)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads