Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 3,296 poin (0,06%) ke level 5.285,066. Indeks belum mampu bergerak atraktif dan masih lesu.
Investor asing mulai memburu saham-saham yang harganya sudah terkena koreksi. Indeks pun mampu berbalik arah ke zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (26/5/2015), IHSG melesat 52,945 poin (1,00%) ke level 5.341,307. Sementara Indeks LQ45 menanjak 11,778 poin (1,28%) ke level 932,697.
Seluruh indeks sektoral berhasil kompak menguat, sektor konsumer paling tinggi. Saham-saham di sektor manufaktur juga naik cukup tinggi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 107.948 kali dengan volume 2,646 miliar lembar saham senilai Rp 2,336 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 74 turun, dan 101 saham stagnan.
Bursa-bursa regional rata-rata masih bertahan positif hingga siang ini. Minimnya sentimen dari Wall Street tak menghentikan pelaku pasar Asia berburu saham.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 10,95 poin (0,05%) ke level 20.424,72.
- Indeks Hang Seng melonjak 398,80 poin (1,42%) ke level 28.391,63.
- Indeks Komposit Shanghai menanjak 78,93 poin (1,64%) ke level 4.892,73.
- Indeks Straits Times menipis 1,86 poin (0,05%) ke level 3.458,99.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 475 ke Rp 4.825, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 200 ke Rp 8.775, Darya-Varia (DVLA) turun Rp 185 ke Rp 1.610, dan Bali Towerindo (BALI) turun Rp 120 ke Rp 2.030.
(Angga Aliya/Wahyu Daniel)











































