Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.205 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.185 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 3,296 poin (0,06%) ke level 5.285,066. Indeks belum mampu bergerak atraktif dan masih lesu.
Investor asing mulai memburu saham-saham yang harganya sudah terkena koreksi. Indeks pun mampu berbalik arah ke zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melesat 52,945 poin (1,00%) ke level 5.341,307 berkat aksi beli selektif investor asing. Saham konsumer memimpin penguatan.
Hampir seluruh indeks sektoral bisa menguat, sektor konsumer naik paling tinggi. Saham lapis dua di sektor aneka industri terkena aksi jual jelang penutupan perdagangan.
Menutup perdagangan, Selasa (26/5/2015), IHSG menguat 32,539 poin (0,62%) ke level 5.329,901. Sementara Indeks LQ45 naik 6,834 poin (0,74%) ke level 927,753.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 132,537 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 226.185 kali dengan volume 4,839 miliar lembar saham senilai Rp 4,859 triliun. Sebanyak 165 saham naik, 131 turun, dan 99 saham stagnan.
Bursa-bursa regional menutup perdagangan sore ini dengan kompak menguat. Pasar saham China masih menjadi yang tertinggi dengan penguatan lebih dari dua persen.
Lonjakan di pasar saham China ini didorong oleh rencana pemerintah menarik investasi asing senilai 1,9 triliun yuan demi mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 23,71 poin (0,12%) ke level 20.437,48.
- Indeks Hang Seng menguat 257,03 poin (0,92%) ke level 28.249,86.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 97,10 poin (2,02%) ke level 4.910,90.
- Indeks Straits Times bertambah 1,93 poin (0,06%) ke level 3.462,78.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Unilever (UNVR) naik Rp 1.325 ke Rp 45.725, Astra Agro (AALI) naik Rp 700 ke Rp 27.200, Bali Towerindo (BALI) naik Rp 500 ke Rp 2.650, dan Matahari (LPPF) naik Rp 375 ke Rp 17.700.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 350 ke Rp 25.900, Mitrabara (MBAP) turun Rp 315 ke Rp 955, Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 22.200, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 72.200.
(Angga Aliya/Wahyu Daniel)











































