Saham Masih Dibekukan, Inovisi Diinterogasi BEI

Saham Masih Dibekukan, Inovisi Diinterogasi BEI

Angga Aliya - detikFinance
Rabu, 27 Mei 2015 17:45 WIB
Saham Masih Dibekukan, Inovisi Diinterogasi BEI
Jakarta - Perdagangan saham PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) masih dihentikan sementara (suspen) alias dibekukan. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah berkali-kali menyurati perusahaan investasi tersebut.

Otoritas pasar modal itu sudah melayangkan berbagai pertanyaan kepada Inovisi, mulai dari soal pelanggan dan pemasok utama, sampai laporan kinerja keuangan perusahaan.

Berbagai pertanyaan interogasi itu tertuang dalam surat Bursa Nomor S-01264/BEI.PG/05-2015 yang dikirimkan tanggal 15 Mei 2015. Inovisi pun membalas surat ini pada 20 Mei 2015.

Surat tersebut dibuka kepada publik di laporan keterbukaan informasi BEI, seperti dikutip Rabu (27/5/2015). Berikut ini isi tanya-jawab antara BEI dan Inovisi dalam surat balasan perusahaan.

Terkait Pelanggan dan Pemasok Utama Perseroan
1. Identitas mengenai pelanggan dan pemasok utama (pelanggan pemasok dengan nilai melebihi 10% dari jumlah pendapatan bersih) Perseroan sebagai berikut:
a. PT Indomax Mediacom (IM)
b. PT Media Artha Raya Semesta (MARS)
c. PT Semesta Tirta Antara Raya (STAR)
d. PT Fantasi Artis Media Entertaiment (FAME)
e. PT Funmobi Nusantara (FN)

"Informasi ini tidak dapat kami sampaikan kepada publik dan jawaban kami kirimkan kepada bursa dalam format cetak," kata Corporate Secretary Inovisi, Dwiwati Riandhini, dalam surat tersebut.

2. Apakah pelanggan dan pemasok utama Perseroan di atas merupakan satu grup perusahaan? Apabila ya, mohon disampaikan struktur perusahaan dalam grup Perseroan tersebut.

"Tidak."

3. Apakah pelanggan dan sama lain utama Perseroan di atas memiliki hubungan afiliasi satu sama lain? Apabila ya, disampaikan sifat hubungan afiliasi pada masing-masing perusahaan tersebut.

"Tidak."

4. Apakah terdapat karyawan yang bekerja merangkap pada beberapa perusahaan pelanggan atau pemasok utama di atas? Mohon jelaskan alasan perangkapan pekerjaan tersebut (jika ada).

"Perseroan tidak mengetahui apakah terdapat karyawan yang bekerja merangkap pada beberapa perusahaan pelanggan atau pemasok utama perusahaan."

5. Berdasarkan kondisi per 30 September 2014, apakah Perseroan punya piutang macet? Dari pelanggan utama di atas. Apabila ya, mohon dapat disebutkan.

"Jawaban terlampir."

Terkait Inovisi Selaku Induk Perusahaan
1. Mohon disampaikan struktur organisasi lengkap perseroan.
"Perseroan saat ini tengah dalam proses penggantian manajemen inti, termasuk dewan komisaris dan direksi dan akan membentuk tim restrukturisasi.

2. Berdasarkan laporan keuangan dan kontrak yang disampaikan, Perseroan selaku induk menjual beberapa jasa kepada pelanggan utama antara lain:
a. InoConnect Bandwith Optimizer
b. IP Interconnection
c. SpeedMessanger (Tier I Messaging and VAS Messaging)
d. InoConnect VAS Messaging

Mohon disampaikan
a. Nama bagian/divisi
b. Lokasi atau alamat operasional bagian yang dimaksud
c. Jumlah karyawan
d. Rincian nama karyawan dan kepala bagian

"Informasi ini tidak dapat kami sampaikan kepada publik dan jawaban kami kirimkan kepada bursa dalam format cetak," kata Corporate Secretary Inovisi, Dwiwati Riandhini, dalam surat tersebut.

3. Apakah selama 3 tahun terakhir Perseroan (selaku induk saja) menjual produk sejenis di atas selain kepada IM, MARS, dan Star? Apabila ya, mohon disebutkan nama pelanggan Perseroan.

"Ya, nama pelanggan Perseroan PT Nexnation Prisma."

4. Mengingat tingginya jumlah pengaduan dari publik mengenai ketersediaan Corporate Secretary dalam hal menanggapi pertanyaan pemegang saham maupun publik, mohon disampaikan nomor contact person Corporate Secretary yang dapat dihubungi pemegang saham atau investor.

"Nomor telepon kantor 021-52901316/52901317."

5. Apakah Perseroan memiliki keterkaitan manajemen atau pemegang saham dengan:
a. PT Royal Trust Futures
b. Renewable Power Indonesia Tbk (dulu PT Katarina Utama Tbk)

"Tidak, Perseroan tidak memiliki keterkaitan manajemen atau pemegang saham dengan PT Royal Trust Futures dan Renewable Power Indonesia Tbk."

Terkait Laporan Keuangan
1. Berdasarkan hasil dengan pendapat antara Bursa dan Perseroan pada 11 Februari 2015, Perseroan menyampaikan dan menyadari adanya kesalahan penyajian pada Laporan Keuangan (LK) per 30 September 2014 namun tidak segera menyampaikan keterbukaan infromasi atau revisi LK. Mohon disampaikan alasannya.

"Perseroan sedang melakukan revisi dan berencana menyampaikan revisi tersebut kepada Bursa begitu laporan selesai."

2. Berdasarkan hasil dengan pendapat antara Bursa dan Perseroan pada 6 Mei 2015, pihak auditor Perseroan (KAP Jamaludin, Ardi, Sukimto dan rekan) menyampaikan bahwa Perseroan/auditor adanya kesalahan penyajian pada LK 31 Desember 2013 namun tidak segera menyampaikan keterbukaan infromasi atau revisi LK. Mohon disampaikan alasannya.

"Perseroan hanya menemukan kesalahan pada bagian rumus perhitungan Aktiva Tetap dan telah melaporkan kepada auditor. Perseroan menyerahkan keputusan revisi kepada auditor."

3. Apakah Perseroan sebelumnya menyadari adanya kesalahan penyajian LK 31 Maret 2014 dan 30 Juni 2014? Apabila ya mohon disampaikan latar belakang Perseroan tidak segera menyampaikan keterbukaan informasi ataupun menyampaikan revisi LK yang telah dipublikasikan.

"Perseroan tidak menyadari adanya kesalahan penyajian LK per 31 Maret 2014 dan 30 Juni 2014."

4. Apakah Perseroan yakin tidak terdapat salah saji pada LK 2012, 2011, dan 2010?

"Ya, Perseroan yakin tidak terdapat salah saji pada LK 2012, 2011, dan 2010."

5. Mohon disampaikan daftar transaksi pada Perseroan yang bersifat afiliasi selama 3 tahun terakhir.
- PT Graha Tunas Makmur, anak usaha yang menyewakan ruang kantor ke Perseroan
- PT Andaman Lestari Multikreasi, anak usaha yang menyediakan tenaga kerja
- PT Greenpine, pemegang saham yang memberi pembiayaan untuk operasional

6. Nama KAP yang akan melakukan audit LK per 31 Desember 2014?

"Perseroan sedang dalam proses penunjukan KAP baru dan akan diputuskan minggu ini."

Terkait Pengendalian Internal Perseroan
1. Mohon penjelasan mengenai pelaksanaan separation of duties atau pemisahan fungsi/tugas keuangan sebagai pengendali internal di Perseroan?

"Saat ini, pada intinya hanya terdapat pemisahan tugas antara bagian finance dan accounting. Separation of duties yang lebih maju akan dilakukan seiring dengan restrukturisasi perusahaan."

2. Apakah perseroan punya fungsi Internal Audit ? Apabila ya mohon disebutkan:
a. Jumlah personel Internal Audit: 1
b. Nama karyawan yang bertugas di bagian Internal Audit: Tyty Chandra

"Sejalan dengan rencana restrukturisasu yang segera akan dilakukan, tim internal audit akan pula dikembangkan dan difungsikan seusia peraturan yang berlaku guna meningkatkan Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance). Perubahan struktur Internal Audit akan kami laporkan kepada otoritas dan publik."

3. Mohon dapat disampaikan jumlah dan hasil rapat komite audit Perseroan selama 3 tahun terakhir.

"Komite Audit melakukan rapat reguler, tapi Perseroan belum mendapatkan detil lengkap pada hari pengumpulan laporan ini. Hasil rapat yang sudah 22 April 2015, hasilnya adalah perlunya edaran ke anak perusahaan terkait batas waktu pengumpulan laporan keuangan. Hasil rapat 10 September 2014, hasilnya perlunya komunikasi intensif antara Dewan Komisaris dan Dewan Direksi terkait rencana setiap aksi korporasi."

(Angga Aliya/Wahyu Daniel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads