Dolar AS 'Perkasa', Laba Tower Bersama Anjlok 39%

Dolar AS 'Perkasa', Laba Tower Bersama Anjlok 39%

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 27 Mei 2015 18:20 WIB
Dolar AS Perkasa, Laba Tower Bersama Anjlok 39%
Jakarta - Sepanjang kuartal I-2015, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan laba bersih Rp 319,8 miliar, merosot hingga 39,27% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 526,65 miliar.

Sementara pendapatan tercatat naik menjadi Rp 827,33 miliar di kuartal I-2015, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 781,23 miliar. Apa penyebabnya?

"Laba kuartal satu menurun karena di kuartal I-2014, kita ada laba kurs Rp 300 miliar, itu signifikan dari transaksi pinjaman, sementara kuartal I-2015 kita rugi kurs Rp 30 miliar, ini jauh lebih kecil karena sudah full hedging," kata Direktur TBIG Helmy Yusman Santoso usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Dia menjelaskan, jika diperhatikan secara lebih detil, perolehan laba bersih di kuartal I-2015 ini cukup bisa mendorong kenaikan laba bersih secara full year atau satu tahun penuh di tahun ini. Di sepanjang tahun 2014, laba bersih perseroan mencapai Rp 1,3 triliun. Di tahun ini, perolehan laba bersih akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

"Kalau diperhatikan laba kita Rp 1,3 triliun di 2014, kita kuartal satu tahun ini saja sudah berapa, itu kalau setahun, growth bisa sampai Rp 1,4 triliun," sebutnya.

Selain karena rugi kurs, Helmy menyebutkan, kontribusi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dalam pendapatan perseroan sudah tidak dicantumkan lagi. Meskipun tidak berkontribusi secara signifikan, ini otomatis akan menggerus pendapatan perseroan.

"Sekarang revenue kita tidak ada dari BTEL karena sudah masuk PKPU jadi tidak mengakui lagi revenue BTEL, dia kecil sih hanya menyumbang kurang dari 3%, tapi dengan penambahan tenant di tahun ini, kita optimis bisa growth," jelas dia.

Perseroan mencatat, beban pokok pendapatan selama kuartal I-2015 sebesar Rp 104,21 miliar dari sebelumnya Rp 120,59 miliar.

Laba kotor tercatat Rp 723,12 miliar dari Rp 660,63 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba operasi mencapai Rp 644,25 miliar dari Rp 593,55 miliar. Laba sebelum pajak mencapai Rp 377,36 miliar dari Rp 640,27 miliar dan laba bersih periode berjalan Rp 343,52 miliar dari Rp 555,28 miliar.

Hingga 31 Maret 2015, total aset mencapai Rp 22,63 triliun dari akhir tahun lalu Rp 22,03 triliun. Liabilitas Rp 18,75 triliun dari Rp 17,9 triliun dan ekuitas Rp 3,87 triliun dari Rp 4,13 triliun.

(Dewi Rachmat Kusuma/Angga Aliya)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads