Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 9,926 poin (0,19%) ke level 5.263,314 didorong aksi beli investor domestik. Rekor Wall Street semalam memberi sentimen positif.
Indeks sempat menanjak tinggi di awal perdagangan, sampai ke titik tertinggi di 5.278,417. Tak lama setelah Indeks langsung meluncur ke zona merah.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (27/5/2015), IHSG menipis 1,043 poin (0,02%) ke level 5.252,345. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,618 poin (0,07%) ke level 912,311.
Investor domestik masih berburu saham, sementara investor asing melepas saham. Saham-saham bank terkena koreksi cukup dalam.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 124.291 kali dengan volume 3,128 miliar lembar saham senilai Rp 2,436 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 120 turun, dan 98 saham stagnan.
Bursa-bursa regional bergerak mix cenderung melemah hingga siang hari ini. Hanya pasar saham Jepang yang masih bisa menguat.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 131,16 poin (0,64%) ke level 20.603,74.
- Indeks Hang Seng anjlok 424,53 poin (1,51%) ke level 27.656,68.
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 69,25 poin (1,40%) ke level 4.872,46.
- Indeks Straits Times turun 8,74 poin (0,26%) ke level 3.416,20.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Unilever (UNVR) naik Rp 475 ke Rp 44.975, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 46.200, Chandra Asri (TPIA) naik Rp 300 ke Rp 4.050, dan Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 250 ke Rp 24.600.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 1.225 ke Rp 6.250, United Tractor (UNTR) turun Rp 875 ke Rp 21.225, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 72.000, dan Siloam (SILO) turun Rp 275 ke Rp 14.125.
(Angga Aliya/Suhendra)











































