IHSG Masih Dalam Tekanan Jual

Rekomendasi Saham

IHSG Masih Dalam Tekanan Jual

Angga Aliya - detikFinance
Jumat, 29 Mei 2015 08:57 WIB
IHSG Masih Dalam Tekanan Jual
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berkurang 15 poin terkena aksi ambil untung investor asing. Dana asing pun Rp 480 miliar ditarik keluar lantai bursa.

Menutup perdagangan, Kamis (27/5/2015), IHSG terpangkas 15,987 poin (0,30%) ke level 5.237,401. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 2,707 poin (0,30%) ke level 910,222.

Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) berakhir negatif pada perdagangan Kamis. Investor khawatir soal nasib penyelesaian utang Yunani, yang belum menemui jalan keluar.

Indeks Dow Jones Industrial turun 36,87 poin (0,2%) ke 18.126,12. Indeks S&P 500 turun 2,69 poin (0,13%) ke 2.120.79. Sementara indeks Nasdaq turun 8,62 poin (0,17%) ke 5.097,98.

Hari ini IHSG diperkirakan bisa lanjutkan pelemahan. Aksi jual asing masih belum terbendung, dana asing akan mengalir ke luar lantai bursa.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 52,42 poin (0,26%) ke level 20.603,88.
  • Indeks Straits Times berkurang 23,42 poin (0,69%) ke level 3.394,35.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah ke 5.237,40, atau turun sebesar -15,98 poin (-0,30%). Sementara indeks LQ-45 ditutup terkoreksi ke 910,22, atau melemah sebesar -2,70 poin (-0,30%).

IHSG kembali ditutup turun, meski pada hari sebelumnya kami estimasi akan mengalami technical rebound (pullback) ke kisaran 5.300, dan hanya mencapai titik tertingginya di 5.278 secara grafik intraday.

Pergerakan IHSG hari ini kami estimasi akan bervariasi (mixed) dengan menguji support di 5.200.

Rupiah bergerak pada kisaran Rp 13.183-13.224 dan ditutup pada level 13.223. Sedangkan Crude Oil (WTI) ditutup pada posisi US$ 58,09 /bbl.

Kisaran untuk pergerakan indeks berada di 5.200-5.275.

First Asia Capital
IHSG pada perdagangan kemarin bergerak fluktuatif dalam rentang 45 poin, namun kembali tutup di teritori negatif di 5.237,401, atau melemah 15,987 poin (0,30%). Perdagangan berlangsung sepi dengan nilai transaksi di Pasar Reguler hanya Rp 3,9 triliun, dan pemodal asing cenderung melepas saham tercermin dari penjualan bersih asing mencapai Rp 482,88 miliar. Koreksi IHSG kemarin lebih dipicu sentimen kawasan dan pelemahan rupiah atas dolar AS yang berada di Rp 13.223/US$.

Emerging Market kemarin terkoreksi 0,9% terutama dimotori anjloknya indeks saham China seperti indeks Shanghai Composite anjlok 6,5%, setelah rally selama tujuh hari perdagangan sebelumnya. Koreksi bursa saham China terutama dipicu pengetatan aturan perdagangan marjin.

Selain faktor China, koreksi pasar juga dipicu penguatan dolar AS terhadap mata uang emerging market dan ini berimbas terhadap rupiah, mengantisipasi kenaikan tingkat bunga The Fed. Pelemahan rupiah atas dolar AS telah memicu pemodal asing mengurangi asetnya dalam rupiah, untuk menghindari penurunan nilai investasi.

Sementara tadi malam, Wall Street dan bursa zona Euro kembali terkoreksi. Indeks Eurostoxx melemah 0,87% di 3.650,71. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing melemah 0,20% dan 0,13% di 18.126,12 dan 2.120,79. Pasar saham global kembali dikhawatirkan dengan isu utang Yunani. Anjloknya pasar saham China kemarin juga turut berimbas di Wall Street.

Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan cenderung koreksi dalam rentang terbatas. Minimnya insentif dan pelemahan rupiah atas dolar AS akan mempengaruhi minat bertransaksi. IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang konsolidasi dengan support di 5.210 dan resisten di 5.270.

(Angga Aliya/Angga Aliya)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads