Obligasi global itu akan jatuh tempo dalam 5 tahun. Maskapai pelat merah itu sudah menggelar roadshow dalam rangka mencari investor ke Abu Dhabi, Dubai (Uni Emirat Arab), Hong Kong, Singapura, Zurich (Swiss), dan London (Inggris).
Secara geografis, investor penyerap sukuk global Garuda di antaranya berasal dari Timur Tengah sebanyak 56%, Asia sebesar 32%, dan Eropa sebesar 12%. Sementara berdasarkan tipe investor, penyerap Sukuk Global tersebut adalah 52% bank/agency, 29% private bank/corporate, dan 19% fund manager.
Ini merupakan sukuk global pertama yang dikeluarkan oleh BUMN dan korporasi nasional di luar Indonesia. Penerbitan surat utang ini juga tidak dibantu dengan jaminan pemerintah maupun institusi keuangan lain.
“Keberhasilan yang dicapai Garuda dalam pelaksanaan penerbitan sukuk global ini merupakan bentuk kepercayaan yang sangat kuat dari para investor terhadap Garuda Indonesia sebagai maskapai flag carrier Indonesia. Aksi korporasi ini juga merupakan salah satu milestone penting dalam pengembangan islamic capital market di Indonesia," ujar Direktur Utama Garuda Arif Wibowo dalam siaran pers, Jumat (29/5/2015).
Aksi korporasi ini sudah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 15 Mei 2015 lalu, dan ditujukan untuk reprofiling utang jangka pendek yang jatuh tempo di tahun 2015 dan 2016 menjadi lebih panjang yakni 5 tahun.
Perseroan menunjuk beberapa institusi keuangan uang untuk bertindak sebagai Joint Lead Managers, antara lain Dubai Islamic Bank, ANZ, Standard Chartered Bank, Deutsche Bank, dan lainnya, dalam pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
(Angga Aliya/Wahyu Daniel)











































