Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 13.220 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG melemah tipis 7,086 poin (0,14%) ke level 5.230,315 akibat aksi jual yang dilakukan investor asing. Investor domestik masih terus berburu saham.
Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis. Indeks sempat menyentuh titik tertinggi di 5.252,205 sebelum jatuh lagi ke zona merah.
Pada penutupan perdagangan Sesi, IHSG menipis 10,519 poin (0,20%) ke level 5.226,882 di tengah perdagangan yang fluktuatif. Investor domestik masih getol berburu saham.
Hanya satu sektor yang bertahan positif, yaitu infrastruktur. Saham-saham konsumer jatuh cukup dalam gara-gara dilepas investor asing.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (28/5/2015), IHSG ditutup turun 21,022 poin (0,40%) ke level 5.216,379. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 6,089 poin (0,67%) ke level 904,133.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 172,293 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 247.157 kali dengan volume 9,188 miliar lembar saham senilai Rp 10,455 triliun. Sebanyak 120 saham naik, 168 turun, dan 83 saham stagnan.
Volume dan nilai perdagangan hari ini melonjak setelah adanya beberapa penjualan saham di transaksi negosiasi yang nilainya cukup besar, di antaranya saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Puridelta Lestari Tbk DMAS, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan sore ini dengan rata-rata melemah. Pelaku pasar di Asa terimbas sentimen negatif dari Wall Street semalam.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 11,69 poin (0,06%) ke level 20.563,15.
- Indeks Hang Seng turun 30,12 poin (0,11%) ke level 27.424,19.
- Indeks Komposit Shanghai berkurang 8,52 poin (0,18%) ke level 4.611,74.
- Indeks Straits Times melemah 31,43 poin (0,92%) ke level 3.386,34.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 47.100, Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 875 ke Rp 25.500, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 800 ke Rp 9.300, dan Inti Agri (IIKP) naik Rp 640 ke Rp 3.740.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 3.750 ke Rp 141.000, Unilever (UNVR) turun Rp 1.650 ke Rp 43.300, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.425 ke Rp 24.800, dan Mayora (MYOR) turun Rp 1.325 ke Rp 25.500.
(Angga Aliya/Rista Rama Dhany)











































