Rupiah Kembali ke Titik Krismon 1998, Ini Kata Deputi Gubernur BI

Rupiah Kembali ke Titik Krismon 1998, Ini Kata Deputi Gubernur BI

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 05 Jun 2015 18:55 WIB
Rupiah Kembali ke Titik Krismon 1998, Ini Kata Deputi Gubernur BI
Bogor - Nilai tukar rupiah kemarin melemah cukup tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dolar bahkan menembus level Rp 13.300, yang merupakan level setara krisis moneter 1998.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengungkapkan kondisi tersebut lebih dikarenakan faktor eksternal. Salah satunya karena makin kuatnya indikator Bank Sentral AS The Fedβ€Ž untuk menaikan suku bunga.

"Pertama pernyataan Gubernur Bank Sentral AS bahwa melihat posisi domestik AS yang sudah mulai recover dan beberapa indikator terkait inflasi sudah mulai naik. Mereka memberikan sinyal bahwa bank Sentral AS mungkin siap-siap naikan suku bunga," ungkapnya di Istana Bogor, Jumat (5/6/2015)

"Kedua karena negosiasi utang Yunani nggak begitu bagus. Kan aturannya utang itu harus selesai pada 5 Juni, tapi kemudian diperpanjang sampai 30 Juni," jelas Halim.

Pengaruh lain juga datang dari dalam negeri. Khususnya akibat laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyampaikan inflasi pada Mei sebesar 0,50%.β€Ž Kemudian meningkatkan permintaan dolar AS oleh perusahaan untuk pembayaran utang.

"Di dalam indonesia sendiri, inflasi 0,50% itu membuat khawatir. Jadi ada kombinasi seperti itu. Ditambah permintaan dolar akhir bulan Mei memang tinggi," terang Halim.

Lihat lonjakan dolar AS kemarin dalam grafik di sini. Pelemahan rupiah juga termasuk yang paling parah dibandingkan mata uang negara Asia lainnya.

(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads