Sentimen tingginya bunga itu menutup sentimen data tenaga kerja AS yang positif. Situasi ekonomi Paman Sam yang mulai membaik bisa dibuntuti oleh kenaikan bunga The Fed di September.
"Pelaku pasar bersemangat atas data tenaga kerja dan kenaikan upah, tapi sebelum mereka merayakan dengan minum-minum malah memikirkan pusing dan mual-mual akibat perayaan minum-minum itu, yaitu tingginya bunga," kata Eric Kuby, kepala investasi pasar dari North Star Investment Management di Chicago, seperti dikutip Reuters, Sabtu (6/6/2015).
"Saya kira semua orang masih menunggu apa yang akan terjadi jika suku bunga sudah naik," ujarnya.
Saham-saham finansial naik cukup tinggi menyambut tingginya suku bunga. Saham energi juga bisa positif berkat naiknya harga minyak dunia.
Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 56,12 poin (0,31%) ke level 17.849,46, Indeks S&P 500 menipis 3,01 poin (0,14%) ke level 2.092,83 dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 9,33 poin (0,18%) ke level 5.068,46.
(ang/wij)










































