Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (5/6/2015), IHSG ditutup naik tipis 4,751 poin (0,09%) ke level 5.100,572. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 1,899 poin (0,22%) ke level 881,227.
Sementara Wall Street ditutup mixed, dengan Indeks Dow dan S&P 500 yang melemah sementara Nasdaq bisa menguat. Rencana bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve, naikkan suku bunga memberi sentimen negatif.
Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 56,12 poin (0,31%) ke level 17.849,46, Indeks S&P 500 menipis 3,01 poin (0,14%) ke level 2.092,83 dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 9,33 poin (0,18%) ke level 5.068,46.
Hari ini IHSG diperkirakan bisa rebound setelah jatuh cukup dalam selama perdagangan pekan lalu. Aksi jual investor asing masih mengancam IHSG.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 42,74 poin (0,21%) ke level 20.418,16.
- Indeks Straits Times turun 6,33 poin (0,19%) ke level 3.327,34.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 5 Juni 2015 ditutup menguat tipis 0,09% pada level 5100, setelah hampir sepanjang perdagangan berada di teritori negatif. Sektor keuangan mengalami kenaikan terbesar. Investor asing net sell Rp394,4 miliar. Indeks Dow Jones dan S&P500 pada perdagangan Jumat ditutup melemah akibat ekspektasi The Fed dapat menaikkan suku bunganya pada bulan September setelah data tenaga kerja dan upah bulan Mei meningkat lebih baik dari estimasi. Data nonfarm payrolls bulan Mei menunjukkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 280 ribu, lebih baik dari estimasi 225 ribu. Upah per jam mengalami kenaikan 0,3%, lebih baik dari estimasi 0,2%. Namun tingkat pengangguran naik menjadi 5,5% dari 5,4%. Menurut konsensus Reuters, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada bulan September dan dikuti kenaikan ada akhir tahun ini. Pada pekan ini kembali pasar akan mencari indikasi dari data ekonomi AS, kapan The Fed akan mulai menaikkan suku bungany a. Data ekonomi AS yang akan dirilis ada pekan ini di antaranya wholesale inventories, retail sales, business inventories, PPI dan Mich Sentiment. Selain itu pasar akan mencermati valuasi saham. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung menguat. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5076 - 5143. Rekomendasi: JSMR, TLKM, SMRA, BBCA, BSDE, INDF, AKRA.
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) minggu ke dua bulan Juni ditutup di 5.100,57 dan untuk Indeks LQ-45 di 881,22.
IHSG masih berada dalam tren turun baik secara jangka pendek maupun jangka menengah, dan dalam beberapa hari ke depan IHSG masih akan melanjutkan pelemahan dengan relatif terbatas. Jika terjadi kenaikan, hanya bersifat sementara saja (technical rebound), dengan resistance di kisaran 5.200-5.250.
Volume perdagangan dalam beberapa hari, berada di bawah rata-rata dan cenderung turun. Penurunan volume ini, dapat diinterpertasikan bahwa kurangnya minat untuk bertransaksi (lack of interest). Beberapa indikator teknikal seperti Moving Average, MACD, RSI, Bollinger Band, PSAR, masih menunjukan tren penurunan.
Beberapa grafik sektoral seperti: sektor pertambangan, sektor manufaktur, sektor infrastruktur, dan terutama sektor keuangan, sudah berada di bawah garis rata-rata 200 hari (MA 200-D).
Level 5.000 akan menjadi support psikologis untuk IHSG dalam beberapa hari ke depan. Kami masih merekomendasikan untuk melakukan transaksi jangka pendek (short term trading) dengan batasan resiko (stop loss) yang ketat.
Rupiah ditutup pada level 13.290. Sedangkan Crude Oil (WTI) ditutup pada posisi US$ 57,93 /bbl.
Kisaran untuk pergerakan indeks berada di 5.050 β 5.143.
(ang/ang)











































