Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.380 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.280 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 14,219 poin (0,28%) ke level 5.086,353 terkena sentimen negatif dari bursa Asia. Aksi jual investor asing kembali muncul.
Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau pembukaan perdagangan pagi tadi. Aksi jual investor asing menekan IHSG.
Pada penutupan perdagangan Sesi, IHSG IHSG berkurang 55,844 poin (1,09%) ke level 5.044,728. Indeks jatuh lebih dalam ke zona merah.
Tak satu pun indeks sektoral yang bisa menguat. Koreksi di semua sektor rata-rata lebih dari satu persen.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (8/6/2015), IHSG anjlok 85,580 poin (1,68%) ke level 5.014,992. Sementara Indeks LQ45 jatuh 17,795 poin (2,02%) ke level 863,432.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 286,665 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sangat sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 200.038 kali dengan volume 4,753 miliar lembar saham senilai Rp 4,371 triliun. Sebanyak 55 saham naik, 225 turun, dan 83 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia sore ini berakhir mixed setelah awalnya dibuka kompak melemah. Pasar saham Hong Kong dan China bisa balik arah ke zona hijau.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 3,71 poin (0,02%) ke level 20.457,19.
- Indeks Hang Seng naik 56,12 poin (0,21%) ke level 27.316,28.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 108,78 poin (2,17%) ke level 5.131,88.
- Indeks Straits Times melemah 8,84 poin (0,27%) ke level 3.324,83.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 16.000 ke Rp 125.000, Matahari (LPPF) turun Rp 1.175 ke Rp 16.325, Astra Agro (AALI) turun Rp 800 ke Rp 23.800, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 775 ke Rp 5.800.
(ang/dnl)











































