"Tahun ini diperkirakan nilai tukar rupiah (rata-rata) pada rentang Rp 13.000-13.200," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dalam rapat kerja dengan Komisi XI, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/6/2015).
Pada catatannya, per hari ini rupiah sudah terdepresiasi sebesar 6,71% secara year to date (ytd). Dolar secara rata-rata mencapai Rp 13.260. Masih lebih tinggi dibandingkan dengan asumsi pemerintah.
"Pelemahan rupiah per hari ini sudah terdepresiasi 6,71%," ujarnya.
Kondisi ini dikarenakan rencana Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang akan menaikan suku bunga semakin mendekati realisasi. Kemudian ada juga permasalahan dari Yunani, karena belum adanya titik temu dari negosiasi utang.
"Dari dalam negeri, memang ada sentimen dari pelemahan ekonomi pada kuartal I-2015 yang hanya sebesar 4,71%," tukasnya.
(mkl/ang)











































