Dolar Rp 13.400, Menkeu: Ringgit dan Won Juga Melemah

Dolar Rp 13.400, Menkeu: Ringgit dan Won Juga Melemah

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 08 Jun 2015 20:35 WIB
Dolar Rp 13.400, Menkeu: Ringgit dan Won Juga Melemah
Jakarta - Nilai tukar rupiah terus bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hari ini dolar bahkan sempat menembus Rp 13.400.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menganggap, kondisi ini adalah akibat kondisi penguatan dolar AS atau yang sering disebut dengan 'super dollar'. Karena banyak mata uang di negara lain juga mengalami hal serupa.

"Malaysia ringgit (depresiasi/melemah) 1,1%; won Korea 1,07%; dan peso Filipina juga 0,7%," ungkap Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/6/2015)

Penguatan dolar terjadi karena besar kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), yaitu Federal Reserve atau The Fed segera menaikan suku bunga acuannya tahun ini. Bunga acuan di AS saat ini hampir 0% pasca krisis 2008 lalu.

Kenaikan bunga dilakukan karena ekonomi AS dinilai membaik, dan bila ini terjadi, maka dolar akan pulang kampung demi mencari investasi yang aman dan cukup tinggi imbal hasilnya.

"Yang terjadi adalah, dolar AS menguat terhadap segalanya. Itu tidak terelakkan karena tingkat bunga AS (akan) naik, uang akan bergerak ke dolar AS," jelasnya.

Bambang menegaskan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS tidak ada berhubungan dengan posisi defisit anggaran pada APBN-P 2015β€Ž. Karena sampai akhir tahun, defisit anggaran bisa masih dijaga pada level 2,2%-2,3%.

"Kami tegaskan, defisit APBN itu tidak ada masalah. Kalau pun melebar, kami masih bisa toleransi sampai 2,2-2,3%. Yang penting kita jaga fundamental ekonomi," tegas Bambang.

(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads