Mengakhiri perdagangan, Selasa (9/6/2015), IHSG ditutup anjlok 115,110 poin (2,3%) ke level 4.899,882. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 24,685 poin (2,86%) ke level 838,747.
Semalam Wall Street berakhir datar pada perdagangan Selasa. Investor tidak mau mengambil risiko. Sementara kenaikan harga minyak gagal mendorong saham-saham energi.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 2,51 poin (0,01%) ke 17.764,04. Indeks S&P 500 naik 0,87 poin (0,04%) ke 2.080,15. Sementara indeks Nasdaq turun 7,76 poin (0,15%) ke 5.013,87.
Hari ini IHSG berpotensi rebound, tapi dengan sentimen yang ada masih ada ancaman koreksi dari investor asing. Investor bisa buru saham-saham unggulan yang valuasinya sudah murah.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 56,42 poin (0,28%) ke level 20.152,72.
- Indeks Straits Times menguat 26,04 poin (0,79%) ke level 3.321,17.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Kiwoom Securities
Mixed-nya bursa dunia belum dapat memberikan dukungan. IHSG masih mengalami tekanan yang dipicu oleh cukup tingginya sentimen jual asing kemarin.
Kecenderungan yang oversold diharapkan dapat memperlambat pelemahan ini. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran negatif hari ini.
Mandiri Sekuritas
IHSG kembali ditutup turun signifikan ke 4.899,88, terkoreksi -115,11 poin atau sebesar -2,30%. Sementara indeks LQ-45 di tutup di 838,74, turun -24,68 poin, atau -2,86%.
Penurunan IHSG sudah mencapai kisaran support yang kami hitung di level 4.880. Selanjutnya estimasi kami IHSG akan terkonsolidasi ke area 4.850-5.050.
Beberapa saham seperti ASII, BBNI, dan KLBF membentuk pola candle stick HAMMER, dan berpotensi mengalami technical rebound.
Rupiah bergerak pada kisaran Rp 13.300-Rp 13.391/US$, dan ditutup pada level Rp 13.354/US$. Sedangkan Crude Oil (WTI) ditutup pada posisi US$ 60,55/bbl.
Kisaran untuk pergerakan indeks berada di 4.852-5.000.
(ang/ang)











































