Direktur Saratoga Andi Esfandiari mengatakan, alokasi investasi tersebut akan digunakan perseroan untuk mengembangkan bisnis perusahaan ke depan.
Perseroan akan fokus menggarap bisnis di sektor konsumer, infrastruktur, dan sumber daya alam (SDA) melalui akuisisi perusahaan.
Di sektor konsumer, perseroan tengah mengincar untuk bisa mengakuisisi perusahaan makanan dan minuman. Sayangnya, Andi belum mau membeberkan secara rinci.
"Target investasi US$ 100-150 juta, proporsional konsumer, infrastruktur, sama SDA. Selain Taksi (Express), mau masuk ke makanan minuman, logistik, tapi nanti ya belum bisa kasih tahu," jelas dia saat konferensi pers di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (10/6/2015).
Soal akuisisi PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), Andi menyebutkan, saat ini proses masih berlangsung. Perseroan akan melakukan uji tuntas atau due diligence meeting untuk menentukan besaran harga sahamnya. Perseroan belum mau menyebutkan nilai investasi yang disiapkan perseroan untuk mengakuisisi 51% saham TAXI tersebut.
"Ini sudah minggu ketujuh, prosesnya masih berlangsung. Closing belum bisa kasih bayangan apakah tahun ini atau tahun depan. Sedang uji tuntas untuk 51% kepemilikan, prosesnya tidak bisa cerita," terang dia.
Menurut Andi, Taksi Express merupakan perusahaan yang memiliki fokus yang sama di bidang konsumer. Ini akan memperkuat bisnis perseroan.
"Ini konsisten dengan salah satu pilar konsumer, kita fokus di konsumer. Ketika kita approach, ada beberapa peluang kontribusi, yaitu kekuatan brand, peluang memperbaiki teknologi booking dan argo, ada peluang improvisasi jadi bisa bahu membahu, ada makro, investasi juga," jelas Andi.
(drk/ang)











































