Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 37,635 poin (0,76%) ke level 4.971,192 didorong penguatan saham-saham unggulan. Indeks masih berusaha balik ke level 5.000.
Aksi beli langsung ramai sejak pembukaan perdagangan. Saham-saham unggulan jadi incaran investor.
Sayangnya aksi jual investor asing membuat Indeks jatuh ke zona merah setelah mencapai titik tertingginya hari ini di 4.979. Indeks langsung bergerak datar setelah jatuh.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (11/6/2015), IHSG menipis 5,435 poin (0,11%) ke level 4.928,122. Sementara Indeks LQ45 berkurang 1,810 poin (0,21%) ke level 844,871.
Aksi jual asing kembali memaksa IHSG bergerak negatif. Investor domestik yang masih berburu saham tak mampu menahan Indeks bertahan di zona hijau.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 119.832 kali dengan volume 3,226 miliar lembar saham senilai Rp 2,814 triliun. Sebanyak 126 saham naik, 117 turun, dan 81 saham stagnan.
Bursa-bursa regionla masih bergerak variatif hingga siang ini. Rata-rata masih bisa positif, kecuali pasar saham China yang terkena aksi ambil untung.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 258,09 poin (1,29%) ke level 20.304,45.
- Indeks Hang Seng naik 236,23 poin (0,89%) ke level 26.923,87.
- Indeks Komposit Shanghai menipis 9,66 poin (0,19%) ke level 5.096,37.
- Indeks Straits Times menguat 18,44 poin (0,55%) ke level 3.344,21.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 71.000, Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 900 ke Rp 5.000, Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 40.500, dan BRI (BBRI) turun Rp 250 ke Rp 10.150.
(ang/dnl)











































