Hal itu dibuktikan dengan upaya penggalangan dana lewat mekanisme penawaran umum saham perdana (IPO) dengan menerbitkan 238,15 juta lembar saham baru.
"Dalam penawaran umum saham perdana ini perusahaan menerbitkan 238.150.769 lembar saham baru atau 35% dari modal disetor setelah penawaran umum," ujar Presiden Direktur Binakarya Budianto Halim dalam paparan media di Rafles Ballroom, Jakarta, Jumat (12/6/2015).
Saham yang dilepas rencananya akan ditawarkan dengan harga Rp 900-1.300 per lembar saham sehingga target penerimaan dari aksi melepas saham ini menjadi sekitar Rp 215-310 miliar.
Dana yang diperoleh dari aksi ini akan menjadi tambahan modal untuk membiayai berbagai proyek pembangunan sektor properti yang digarap perusahaan juga untuk melebarkan sayap dengan mengakuisisi sejumlah lahan potensial.
"Untuk mendukung pertumbuhan kami di sektor properti, jika ada lahan potensi dan strategis, kami akan mengakuisisi lahan itu," kata Budianto.
Lebih lanjut dia menyebutkan, masa bookbuilding dimulai sejak 10-17 Juni 2014. Perseroan berharap Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan pernyataan efektif pada 26 Juni 2014.
Sehingga, kata Budianto, pihaknya bisa melakukan penawaran umum pada 29 Juni-1 Juli 2015. Selanjutnya, penjatahan saham pada 3 Juli 2015 dan distribusi sahan pada 7 Juli 2015.
"Jika tidak ada halangan, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2015," ujarnya.
Budianto mengungkapkan, dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal sebesar 50%, sebagai refinancing utang sebesar 30% dan sisanya untuk modal kerja. Hadir sebagai penjamin pelaksana emisi efek pada IPO ini adalah PT RHB OSK Sekuritas Indonesia.
Komisaris Utama Perusahaan Go Hengky Setiawan mengatakan, meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) sempat mengumumkan perlambatan pertumbuhan ekonomi serta adanya analisa yang menyebutkan bahwa sektor properti sedang mengalami perlambatan naum perusahaan tetap percaya dalam waktu dekat kondisi ini akan mengalami pemulihan bahkan berbalik arah menuju tren yang lebih positif.
"Kita perseroan berkeyakinan, memang pertumbuhan properti agak melambat, tapi kedepan pasti meningkat. Pertumbuhan ekonomi akan meningkat, Pemerintah Pak Jokowi lagi pembenahan, programnya banyak, membangun infrastruktur. Apa lagi sekarang kebijakan pemerintah juga sudah mendukung properti," ungkap dia.
Dengan penguatan modal dan perluasan ini perusahaan berkeyakinan kinerja keuangannya akan semakin baik.
"Tahun 2014 pendapatan kami Rp 900 miliar. Target pendapatan tahun ini Rp 1,3 triliun atau naik 30%-an," tutur dia. (dna/ang)











































