Dapat Rp 310 Miliar dari IPO, Ini 3 Proyek Baru Go Hengky Setiawan

Dapat Rp 310 Miliar dari IPO, Ini 3 Proyek Baru Go Hengky Setiawan

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 12 Jun 2015 13:52 WIB
Dapat Rp 310 Miliar dari IPO, Ini 3 Proyek Baru Go Hengky Setiawan
Jakarta - PT Binakarya Jaya Abadi Tbk baru saja menggelar paparan publik terkait rencananya melepas saham perusahaan. Dana hasil pelepasa saham akan dipakai membiayai sejumlah proyek properti.

Komisaris Utama Perusahaan Go Hengky Setiawan mengungkapkan, setidaknya ada 3 proyek properti baru yang akan dikembangkan melalui entitas anak usaha Perseroan di tahun 2015 ini. Antara lain, Hotel Horison Bali oleh PT Binakarya Makmur Sentosa, dengan luas area mendekati 2.000 m2, yang ditargetkan selesai tahun 2017.

Proyek kedua adalah Hotel Dhyana Pura Seminyak, dibangun oleh PT Karya Cipta Makmur Abadi dengan luas lahan hampir 13.000 m2. Ditargetkan selesai pada 2018.

Sedangkan proyek ketiga yang dibangun oleh PT Binakarya Makmur Abadi, yakni Apartemen Juanda, Bekasi. Luas lahan proyek ketiga ini melebihi 11.000 m2, dan ditargetkan tuntas di tahun 2019.

"Ke depan akan ada proyek baru sejalan dengan akuisisi lahan-lahan potensial," kata Hengky ditemui usai paparan publik di Raffles Ballroom, Jakarta, Jumat (12/6/2015).

Untuk diketahui, pendapatan Perseroan hingga akhir 2014 mencapai Rp 957 miliar, tumbuh 28% dari periode 2013 yang sebesar Rp 747 miliar. Sementara laba bersih tahun 2014 sebesar Rp 170 miliar, tumbuh 100% dari periode 2013 yang sebesar Rp 85 miliar.

"Unit apartemen, kondotel, kios dan ruko menyumbang pendapatan terbesar hingga 93,2%. Sisanya sekitar 8% itu dari recurring income (pendapatan berkelanjutan) di antaranya Betacon, tiket masuk water park Palm, dan hotel," ungkap Nathalia Setiawan, Direktur Perseroan di kesempatan yang sama.β€Ž

Binakarya Jaya Abadi melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan menerbitkan 238,15 juta lembar saham baru.

Saham yang dilepas rencananya akan ditawarkan dengan harga Rp 900-1.300 per lembar saham sehingga target penerimaan dari aksi melepas saham ini menjadi sekitar Rp 215-310 miliar.

(dna/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads