Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 13.310 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 5,067 poin (0,10%) ke level 4.933,879 setelah dapat sentimen positif dari pasar saham regional dan global. Investor domestik berburu saham-saham murah.
Indeks bergerak datar dalam rentang yang tipis. Aksi jual investor asing menghambat penguatan IHSG.
Pada penutupan perdagangan Sesi, IHSG menguat 10,080 poin (0,20%) ke level 4.938,892 hanya mampu naik tipis dan bergerak datar. Laju penguatan IHSG tersendat aksi jual investor asing.
Penguatan Indeks kali ini ditopang oleh saham-saham konsumer yang diborong investor domestik. Investor asing masih lepas saham-saham unggulan.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (12/6/2015), IHSG tumbuh 7,005 poin (0,14%) ke level 4.935,817. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,330 poin (0,16%) ke level 846,058.
Investor asing melepas saham agrikultur dan perbankan. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 426,667 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.268 kali dengan volume 4,615 miliar lembar saham senilai Rp 4,247 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 160 turun, dan 93 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia sore hari ini kompak menguat. Sentimen positif dari bursa global bisa dimanfaatkan dengan baik.
Beriktu situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 24,11 poin (0,12%) ke level 20.407,08.
- Indeks Hang Seng melonjak 372,69 poin (1,39%) ke level 27.280,54.
- Indeks Komposit Shanghai tumbuh 44,76 poin (0,87%) ke level 5.166,35.
- Indeks Straits Times bertambah 5,56 poin (0,17%) ke level 3.353,23.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 15.000 ke Rp 245.000, Siloam (SILO ) turun Rp 925 ke Rp 13.200, Lion Metal (LION) turun Rp 900 ke Rp 9.000, dan Matahari (LPPF) turun Rp 675 ke Rp 17.000.
(ang/dnl)











































