Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI, Eko Siswanto, menyatakan Bank Ina belum memberikan keterbukaan informasi atas aksi korporasi menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tersebut.
"Maka dalam rangkan menjaga pasar yang teratur, wajar, dan efisien, Bursa memutuskan untuk mensuspensi perdagangan efek Bank Ina," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2016).
Sahamnya sudah tak bisa diperdagangkan sejak pembukaan perdagangan Sesi I di seluruh pasar. Suspensi ini akan dilakukan sampai pengumuman lebih lanjut.
"Bursa saat ini telah mengirimkan permintaan penjelasan kepada Perseroan," ujarnya.
BEI juga meminta para pemangku kepentingan dan pemegang saham untuk memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan.
(ang/dnl)










































