Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS sama dengan yang dialami oleh negara lain.
"Yang penting BI (Bank Indonesia) menjaga agar tidak terdepresiasi berlebihan. Jadi harga rupiah yang mencerminkan fundamental ekonomi itu baik, tapi jangan sampai terus melemah. Data depresiasi mata uang negara lain banyak yang lebih rendah dan lebih parah dari negara kita," kata Sofyan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (15/6/2015).
Kemudian, kata dia, gagalnya perjanjian antara Yunani dengan kreditur utangnya di Eropa juga ikut mempengaruhi sentimen perekonomian dunia.
Pemerintah sendiri, untuk mendorong perekonomian dari kelesuan yang terjadi sepanjang kuartal I-2015 adalah, dengan mempercepat belanja anggaran. Percepatan belanja anggaran menurut Sofyan bisa meningkatkan daya beli masyarakat, dan mendorong ekonomi.
Sofyan mengatakan, pemerintah daerah akan digedor untuk mempercepat penyerapan anggaran yang tersedia.
"Saya dapatkan laporan dari Dirjen Pembangunan Desa. Hampir seluruh bupati meneken peraturan bupati untuk dana desa bisa dicairkan. Sampai minggu lalu masih ada 70 bupati yang belum punya Peraturan Bupati. Hari ini sudah semuanya. Jadi dana desa dipercepat, bisa tambah dana beli masyarakat," tutur Sofyan.
Percepatan pembangunan infrastruktur juga dilakukan, untuk menjadi penggerak ekonomi yang lesu.
(dnl/ang)











































