Bisnis Ban Lesu, Produsen Achilles Rambah Bisnis Batu dan Kelapa Sawit

Bisnis Ban Lesu, Produsen Achilles Rambah Bisnis Batu dan Kelapa Sawit

Angga Aliya - detikFinance
Rabu, 17 Jun 2015 11:11 WIB
Bisnis Ban Lesu, Produsen Achilles Rambah Bisnis Batu dan Kelapa Sawit
Foto: dok. Multistrada
Jakarta - Produsen ban merek Achilles, PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), merambah bisnis batu kuari dan kelapa sawit. Ekspansi dilakukan di tengah sepinya bisnis ban.

Presiden Direktur Multistrada Pieter Tanuri mengatakan, dari hasil studi yang dilakukan pihak konsultan dinyatakan bahwa ada sebagian dari lahan entitas anak yang ternyata tidak cocok ditanami karet, namun lebih cocok ditanami tanaman pangan, sawit dan batu kuari.

"Menimbang hasil tersebut, maka Perseroan berencana untuk membuka peluang adanya aktivitas pengolahan tanaman pangan, kelapa sawit, batu kuari dan usaha lain yang cocok dengan kondisi lahan," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2015).

Rencana ini sudah disepakati oleh pemegang saham, untuk menggunakan dana hasil penerbitan saham baru dengan memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue senilai Rp 1,53 triliun pada 2012 lalu.

Hingga akhir 2014 lalu, pertumbuhan volume passenger car radial (PCR) naik tipis 7% menjadi 7,7 juta ban. Namun demikian omzet Perseroan turun dari US$ 324 juta menjadi US% 284 juta di akhir 2014

Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan tersebut, yaitu penurunan penjualan ke Amerika karena tertundanya proyek offtake, peralihan volume dari Amerika ke Timur Tengah menciptakan komposisi penjualan komoditas yang lebih besar.

Selain itu melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS membuat penjualan dalam negeri mengalami penurunan. Penjualan penjualan ban motor (motorcycle/CM) juga turun di dalam negeri.

"Di tengah masa sulit ini, Perseroan tetap memutuskan untuk membagikan dividen sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh pemegang saham," jelasnya.

Dividen yang akan dibagikan sebesar Rp 18,4 miliar atau setara Rp 2 per lembar saham. Komposisi penjualan ban Perseroan masih didominasi oleh penjualan ekspor sekitar 70% dan penjualan domestik sekitar 30%,

Perseroan menyadari pasar ekspor punya potensi besar untuk dikembangkan. Saat ini Perseroan menilai pasar Eropa sebagai tujuan ekspor yang sangat potensial.

"Sehingga Perseroan merasa perlu untuk hadir secara langsung agar lebih dekat dan lebih memahami kondisi pasar di sana, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk ke area tersebut," ujarnya.

Sehubungan dengan tujuan tersebut, produsen ban itu telah mendirikan anak usaha di Jerman yang diberi nama Multistrada Europe GmbH (MEG)

Ia menambahkan, Multistrada telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure) sekitar US$ 30 juta untuk memaksimalkan kapasitas produksi ban mobil menjadi 12 juta ban/tahun pada akhir 2016 mendatang.

Modal tersebut akan dibiayai oleh pinjaman kredit dari Export Credit Agency (ECA) Jerman dengan bunga yang rendah dan tenor yang panjang.

(ang/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads